Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Resmi Digelar, Kadispendik Jember Ajak Seluruh Satuan Pendidikan Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 12 Juli 2026
- Dibaca 49 Kali
Bagikan Via:
Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Resmi Digelar, Kadispendik Jember Ajak Seluruh Satuan Pendidikan Wujudkan Sekolah Ramah Anak
Jember, 12 Juli 2026 – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggelar kegiatan Deklarasi, Sosialisasi, dan Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang dirangkaikan dengan Pelantikan Dewan Pendidikan Kabupaten Jember, Jumat (10/7/2026), di Pendopo Wahya Wibawa Graha. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.
Acara yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala OPD, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, organisasi pendidikan, hingga tamu undangan dari berbagai instansi tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Keputusan Bupati Jember mengenai pembentukan Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kabupaten Jember periode 2026–2030.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahyono menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik.
"Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan sekadar program, melainkan komitmen bersama seluruh ekosistem pendidikan. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak kita, tempat mereka belajar, tumbuh, berkreasi, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut terhadap kekerasan, intimidasi, maupun diskriminasi," ujar Arief Tjahyono.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi budaya sekolah yang aman membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, hingga peserta didik itu sendiri.
Menurutnya, menciptakan lingkungan belajar yang positif akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
"Kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua untuk bersama-sama membangun budaya saling menghormati, saling peduli, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Pendidikan karakter hanya dapat tumbuh dalam suasana yang aman dan nyaman," tambahnya.
Arief juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Jember akan terus melakukan pendampingan, sosialisasi, monitoring, dan evaluasi terhadap implementasi program tersebut di seluruh satuan pendidikan, mulai jenjang PAUD, SD hingga SMP.
Sementara itu, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait dalam arahannya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Jember terhadap upaya menciptakan sekolah yang benar-benar berpihak kepada kepentingan terbaik anak.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, namun juga dari kemampuan sekolah dalam membangun karakter, rasa aman, serta kenyamanan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
Melalui deklarasi ini, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Jember diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam mencegah terjadinya kekerasan, bullying, diskriminasi, maupun berbagai bentuk perilaku yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.
Selain pelaksanaan deklarasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang memberikan pemahaman kepada seluruh peserta mengenai pentingnya membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup penguatan karakter peserta didik, pencegahan perundungan, perlindungan anak, penguatan komunikasi antara sekolah dan orang tua, hingga pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang.
Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pendidikan Kabupaten Jember yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan masukan, pertimbangan, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Jember.
Keberadaan Dewan Pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya demi meningkatkan mutu pendidikan daerah.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang dikemas secara interaktif. Layar utama di ruang acara menampilkan tema besar "Deklarasi, Sosialisasi, dan Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman", yang menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun budaya pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Jember.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember berharap seluruh sekolah mampu menerjemahkan semangat deklarasi ke dalam berbagai program nyata di lingkungan masing-masing. Tidak hanya melalui kebijakan sekolah, tetapi juga melalui pembiasaan perilaku positif, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kepedulian antarwarga sekolah, serta sistem pelaporan yang responsif apabila terjadi tindakan yang mengancam keamanan dan kenyamanan peserta didik.
Budaya sekolah yang aman dan nyaman diyakini menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan berkolaborasi dan menghargai keberagaman.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak anak. Dengan kolaborasi seluruh elemen pendidikan, diharapkan seluruh sekolah di Kabupaten Jember mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan, bebas dari kekerasan, serta menjadi tempat terbaik bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menjadi tonggak awal dalam membangun budaya pendidikan yang lebih humanis di Kabupaten Jember. Semangat kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata di setiap satuan pendidikan, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan rasa aman, nyaman, bahagia, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Dengan demikian, visi mewujudkan pendidikan Jember yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing dapat tercapai melalui komitmen bersama seluruh insan pendidikan. (HZ)