Dengarkan Aspirasi Para Kiai, Gus Fawait Instruksikan Camat dan Dinas PU Tinjau Langsung Kebutuhan Pesantren di Umbulsari
- 03 November 2026
- Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
Dengarkan Aspirasi Para Kiai, Gus Fawait Instruksikan Camat dan Dinas PU Tinjau Langsung Kebutuhan Pesantren di Umbulsari
JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 – Dialog terbuka antara Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) dengan para pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Umbulsari dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku berlangsung penuh aspirasi. Bertempat di Pendopo Kecamatan Umbulsari, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para kiai untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan pesantren kepada pemerintah daerah.
Dalam sesi dialog, sejumlah pengasuh pondok pesantren menyampaikan beberapa persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Di antaranya permohonan fasilitasi pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju pondok pesantren, pemasangan lampu penerangan jalan umum, serta kebutuhan pengeboran sumur untuk memenuhi ketersediaan air bersih bagi para santri.
Persoalan air bersih menjadi salah satu aspirasi yang cukup penting. Pasalnya, ketika memasuki musim kemarau, beberapa pondok pesantren kerap mengalami kekurangan air, bahkan persediaan sumur yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri.
Mendengarkan berbagai aspirasi tersebut, Gus Fawait langsung merespons dengan menginstruksikan Camat Umbulsari bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU), kepala desa, dan perangkat daerah terkait untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang telah diusulkan para kiai.
"Besok Pak Camat bersama PU dan juga kepala desa untuk meninjau lokasi yang sudah disampaikan," tegas Gus Fawait.
Instruksi tersebut disampaikan langsung di hadapan para pengasuh pesantren sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan dalam forum dialog. Dengan adanya peninjauan lapangan, pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus memetakan kebutuhan masing-masing pondok pesantren.
Pertemuan ini memperlihatkan pentingnya komunikasi langsung antara pemerintah dan para tokoh agama. Sebab, pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Melalui forum Bunga Desaku, Gus Fawait membuka ruang bagi para kiai untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung tanpa harus melalui proses komunikasi yang panjang.
Harapannya, berbagai aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah sehingga kebutuhan infrastruktur dan fasilitas penunjang pondok pesantren di Kecamatan Umbulsari dapat memperoleh perhatian dan penanganan sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah. (opk)