logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tenaga Kerja

Desa Peduli Buruh Migran Jadi Benteng Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

  • 18 Juni 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
desa-peduli-buruh-migran-jadi-benteng-pelindungan-pekerja-migran-indonesia-20260618

Desa Peduli Buruh Migran Jadi Benteng Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Jember – Program Desa Peduli Buruh Migran yang digagas Migran CARE bersama Pemerintah Desa dan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus memperkuat pelindungan bagi pekerja migran beserta keluarganya. Koordinator Wilayah Migran CARE Jember, Bambang Teguh Karyanto, menegaskan inisiatif ini sebagai respons nyata terhadap permasalahan PMI.

Dalam wawancara Kamis 18 Juni 2026, Bambang menyoroti risiko perdagangan orang, eksploitasi, penahanan paspor, dan upah rendah. Banyak PMI di Hong Kong dan Malaysia mengalami kontrak buruk, gaji tertunda, hingga kekerasan.

Latar belakang migrasi meliputi minimnya lapangan kerja domestik, upah rendah, serta akses informasi dan pendidikan yang timpang. “Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan layak,” ucap Bambang mengutip Pasal 27 ayat (2) UUD 1945.

Sejak 2017, pendampingan aktif di desa Balung Lor, Bagorejo, Puger Kulon, Dukuhdempok, Glundengan, Sidomukti, Sidomulyo, Wonoasri, Sabrang, dan Ambulu. Pemerintah desa diberi kewenangan per Pasal 42 UU No.18/2017 tentang Pelindungan PMI, termasuk pendataan calon PMI, verifikasi dokumen, pemantauan, dan pemberdayaan pasca migrasi.

Layanan terintegrasi di kantor desa meliputi sosialisasi hingga pelatihan. “Inisiatif kolaborasi Migran CARE, Pemdes, dan Purna PMI lindungi PMI sejak desa,” tandas Bambang.

Sementara itu Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnaker Jember, Juhenik, mendukung program ini. Ia mengingatkan calon PMI pakai jalur resmi dan prosedural. Juhenik berharap cakupan meluas dengan peran kepala desa memantau data PMI.

"Program ini menjadi benteng perlindungan nyata bagi pekerja migran Indonesia dan keluarga. Menyediakan ruang pendampingan bagi anak-anak PMI yang ditinggalkan agar tetap terawat dan mendapatkan pendidikan yang baik," ujar Juhenik.

Dengan program Desa Migran Emas (Edukatif, Maju, Aman dan Sejahtera) berharap desa sebagai garda terdepan dalam memberikan pelindungan dan pemberdayaan bagi PMI dengan menciptakan ekosistem migrasi kerja yang aman, legal dan produktif, mulai sebelum berangkat hingga setelah kembali ke desanya. - RCX

Galeri Foto