logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Di Balik Senyum El Zain: Kisah Balita 26 Bulan Melawan Stunting dan Penyakit Bawaan dengan Dukungan Banyak Pihak

  • 27 Maret 2026
  • Dibaca 405 Kali
Bagikan Via:
di-balik-senyum-el-zain-kisah-balita-26-bulan-melawan-stunting-dan-penyakit-bawaan-dengan-dukungan-banyak-pihak-20260328

Di Balik Senyum El Zain: Kisah Balita 26 Bulan Melawan Stunting dan Penyakit Bawaan dengan Dukungan Banyak Pihak

JEMBER, 27 MARET 2026 – Harapan dan perjuangan terus menyelimuti keluarga kecil Muhammad Elzein, balita yang tengah berjuang melawan kondisi stunting disertai berbagai penyakit penyerta yang memengaruhi tumbuh kembangnya.

Dari sudut pandang orang tua, hari-hari yang dijalani Elzein bukanlah hal yang mudah. Selain mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan, kondisi fisiknya juga cukup rentan. Orang tua Elzein Sri Maryati menuturkan bahwa anaknya kerap mengalami kelelahan bahkan demam setelah melakukan perjalanan jauh untuk menjalani pemeriksaan medis.

“Kalau habis kontrol ke rumah sakit, biasanya Elzein langsung drop, demam, dan butuh waktu untuk pulih lagi. Itu yang membuat kami harus berpikir ulang untuk pemeriksaan rutin,” ungkap Sri Maryati dengan penuh haru.

Meski demikian, keluarga mengaku tidak sendiri dalam menghadapi situasi tersebut. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, mulai dari Pemerintah Kecamatan Kencong, Pemerintah Desa Kencong, hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Kencong. Bantuan berupa susu dan sembako telah diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi Elzein sehari-hari.

Tidak hanya itu, tim tenaga kesehatan juga memberikan pendampingan intensif serta siap memfasilitasi pemeriksaan lanjutan ke RSUD dr. Soebandi Jember, yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan dokter spesialis anak untuk menangani kondisi Elzein.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Camat, Kepala Desa, dan juga tenaga kesehatan yang sudah membantu kami, mulai dari pendampingan sampai memfasilitasi pemeriksaan ke dokter spesialis,” ujar Sri Maryati, Jumat, 27 Maret 2026.

Namun di balik dukungan tersebut, keluarga masih dihadapkan pada dilema. Rencana pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit rujukan masih dalam tahap pertimbangan, mengingat kondisi Elzein yang mudah sakit setelah menempuh perjalanan jauh.

“Kami ingin yang terbaik untuk Elzein, tapi juga harus mempertimbangkan kondisinya. Kami masih berdiskusi dengan keluarga dan tenaga kesehatan untuk langkah selanjutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Bidan Wilayah Desa Kencong Arie Alfina turut mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dalam penanganan kasus ini.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Camat Kencong dan Bapak Kepala Desa Kencong yang telah berpartisipasi aktif serta bersinergi bersama tim tenaga kesehatan dalam mendampingi balita stunting, khususnya yang memiliki penyakit penyerta. Kami berharap sinergi yang baik ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam upaya mengatasi permasalahan kesehatan, terutama dalam menurunkan angka stunting di Desa Kencong,” ujarnya.

Kisah Elzein menjadi potret nyata bahwa penanganan stunting, terlebih dengan kondisi penyakit penyerta, membutuhkan kesabaran, ketelatenan, serta dukungan dari berbagai pihak. Harapan besar pun terus dipanjatkan agar Elzein dapat tumbuh lebih baik dan mendapatkan penanganan yang optimal ke depannya. (fur)

Galeri Foto