logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jenggawah

Diba’ Kubro di Desa Sruni, Momentum Mempererat Ukhuwah Fatayat NU Jenggawah

  • 19 Oktober 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
diba-kubro-di-desa-sruni-momentum-mempererat-ukhuwah-fatayat-nu-jenggawah-20261020

Diba’ Kubro di Desa Sruni, Momentum Mempererat Ukhuwah Fatayat NU Jenggawah

JEMBER, 19 OKTOBER 2026 – Peran organisasi perempuan dalam menjaga kehidupan keagamaan dan memperkuat kepedulian sosial kembali menjadi perhatian dalam pertemuan rutin Diba’ Kubro Fatayat NU Anak Cabang Jenggawah yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Sruni, Minggu 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat hubungan antaranggota Fatayat NU di tingkat kecamatan hingga desa.

Suasana kegiatan diawali dengan lantunan hadrah dari kelompok IPNU dan IPPNU yang menambah semarak acara. Sejumlah tokoh dan pengurus organisasi kemudian menyampaikan sambutan, di antaranya Kepala Desa Sruni Hj. Afifah Nur Hotimah, Ketua Fatayat NU Ancab Jenggawah Siti Habibah, S.Pd., Ketua MWC NU Jenggawah H. Sucipto, S.Pd., M.Pd., serta Camat Jenggawah Agus Sucahyo, S.Sos.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Muslimat NU Ancab Jenggawah Hj. Siti Maimumah, S.Pd., Ketua LazisNU Kecamatan Jenggawah Achmad Fathor Rosyid, S.Sos., M.Si., Ketua TP PKK Desa Sruni beserta anggota, perwakilan Pokja I TP PKK Kecamatan Jenggawah, serta anggota Fatayat NU dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Jenggawah.

Dalam sambutannya, Camat Jenggawah Agus Sucahyo menekankan bahwa keberadaan organisasi perempuan memiliki arti penting dalam kehidupan bermasyarakat. Selain menjalankan kegiatan keagamaan, organisasi seperti Fatayat NU dinilai mempunyai potensi besar untuk menumbuhkan kepedulian, memperluas komunikasi, dan mendorong keterlibatan perempuan dalam kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

“Organisasi perempuan memiliki posisi yang penting di tengah masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membangun semangat untuk saling mendukung dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar,” ungkap Agus.

Ia juga mengajak seluruh anggota Fatayat NU agar menjadikan pertemuan rutin sebagai kesempatan untuk memperkuat kebersamaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan akan semakin bermakna ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui perhatian terhadap keluarga, tetangga, dan warga yang membutuhkan.

“Harapannya, kebersamaan yang terjalin di sini bisa membawa dampak positif ketika kembali ke lingkungan masing-masing. Kepedulian sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sruni Hj. Afifah Nur Hotimah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya. Pertemuan organisasi keagamaan dinilai menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan antarwarga sekaligus merawat tradisi keagamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan mauizah hasanah yang disampaikan oleh Ketua LazisNU Kecamatan Jenggawah Achmad Fathor Rosyid, kemudian ditutup dengan doa bersama.

Agus Sucahyo menegaskan bahwa upaya membangun masyarakat yang peduli dan harmonis membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, bukan hanya pemerintah. Karena itu, komunikasi dengan organisasi keagamaan, kelompok perempuan, dan masyarakat akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memahami kebutuhan warga secara lebih dekat.

Melalui kegiatan di Desa Sruni ini, Fatayat NU diharapkan terus menjadi ruang bertumbuh bagi perempuan untuk memperkuat nilai keagamaan, menjaga persaudaraan, dan mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Jenggawah. (mut)

Galeri Foto