Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Dispendik Jember Kunjungi BBPMP Jawa Timur
- 27 Oktober 2026
- Dibaca 62 Kali
Bagikan Via:
Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Dispendik Jember Kunjungi BBPMP Jawa Timur
JEMBER, 27 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin koordinasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur pada Senin, 26 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., bersama jajaran kepala bidang dan kepala seksi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus mendorong kenaikan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebagai salah satu indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Dispendik Jember berupaya memperkuat koordinasi dengan BBPMP Jawa Timur, terutama untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan penanganan anak yang belum mengakses pendidikan formal maupun nonformal.
Penanganan ATS menjadi perhatian penting karena setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan. Berbagai faktor dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, akses menuju sekolah, hingga persoalan keluarga yang membutuhkan perhatian bersama.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa penanganan ATS tidak cukup dilakukan melalui pendataan semata. Diperlukan langkah lanjutan yang terarah agar anak-anak yang belum bersekolah dapat kembali memperoleh kesempatan belajar.
“Penanganan Anak Tidak Sekolah harus menjadi perhatian bersama. Kami ingin memastikan anak-anak di Kabupaten Jember mendapatkan kesempatan mengakses pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk mencari solusi,” ujarnya.
Selain penanganan ATS, peningkatan RLS juga menjadi sasaran penting dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Jember. Upaya ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar semakin banyak anak dapat melanjutkan dan menuntaskan pendidikan.
Sementara itu, Tulus Wijayanto, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur pendidikan dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Sekolah, keluarga, pemerintah desa, serta masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Persoalan Anak Tidak Sekolah perlu ditangani bersama. Pendataan harus diikuti dengan identifikasi penyebab dan upaya mencari solusi sesuai kondisi setiap anak. Dengan begitu, penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Ridho’i, M.Pd., menilai bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini, terutama terhadap anak-anak yang berisiko putus sekolah. Pemantauan kondisi peserta didik dan komunikasi antara sekolah dengan keluarga menjadi bagian penting untuk mendeteksi potensi masalah sebelum anak meninggalkan bangku pendidikan.
“Pencegahan harus dilakukan sebelum anak benar-benar keluar dari sistem pendidikan. Jika ditemukan persoalan, perlu ada koordinasi dengan pihak terkait agar anak memperoleh pendampingan dan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan,” tuturnya.
Melalui kunjungan ke BBPMP Provinsi Jawa Timur pada 26 Oktober 2026 ini, Dispendik Jember berharap koordinasi antarlembaga semakin kuat dalam mendukung pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan.
Langkah tersebut diharapkan berkontribusi terhadap penanganan ATS, pencegahan anak putus sekolah, serta peningkatan RLS sebagai bagian dari upaya mendorong IPM Kabupaten Jember. Dengan sinergi pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat, semakin banyak anak diharapkan dapat memperoleh kesempatan belajar dan menyelesaikan pendidikan. (hz)