Dinkes PPKB Jember Matangkan Strategi Bulan Imunisasi Kejar
- 14 Oktober 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Dinkes PPKB Jember Matangkan Strategi Bulan Imunisasi Kejar
JEMBER, 14 OKTOBER 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember mematangkan strategi pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) melalui rapat evaluasi capaian imunisasi dan sosialisasi program yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Aula Bhakti Husada Dinkes PPKB Jember. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan cakupan imunisasi serta memastikan anak memperoleh perlindungan sesuai usianya.
Rapat tersebut melibatkan kepala UPT puskesmas bersama koordinator imunisasi untuk mengevaluasi capaian program hingga Agustus 2026 sekaligus memperkuat persiapan pelaksanaan BIK. Pembahasan diarahkan pada identifikasi sasaran, pemetaan wilayah, penguatan pendataan, serta penyusunan strategi agar anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi maupun yang belum lengkap dosisnya dapat terjangkau layanan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Jember, dr. Rita Wahyuningsih, M.Kes., menegaskan pentingnya persiapan yang terarah agar pelaksanaan imunisasi kejar dapat berjalan optimal.
“Melalui Bulan Imunisasi Kejar, kami ingin memastikan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dapat teridentifikasi dan memperoleh pelayanan sesuai usianya. Karena itu, persiapan sasaran, koordinasi, dan pemantauan perlu dilakukan dengan baik,” ujar dr. Rita.
BIK dilaksanakan pada 1–31 Oktober 2026 sebagai upaya mempercepat peningkatan cakupan imunisasi rutin lengkap dan mengurangi jumlah anak yang belum pernah diimunisasi atau zero dose. Sasaran program mencakup bayi usia 0–11 bulan, anak bawah dua tahun (baduta) usia 12–23 bulan, serta kelompok sasaran lain sesuai ketentuan imunisasi kejar.
Dalam persiapannya, puskesmas didorong meninjau data sasaran, memeriksa kelengkapan pencatatan imunisasi, serta menyusun rencana kegiatan sesuai kondisi wilayah. Pemanfaatan data dan koordinasi dengan bidan desa serta kader juga menjadi bagian penting untuk mendukung identifikasi dan tindak lanjut sasaran.
Selain kesiapan teknis, keterlibatan orang tua dan dukungan lintas sektor diperlukan agar informasi mengenai jadwal serta lokasi pelayanan dapat menjangkau masyarakat. Pendekatan edukasi juga penting untuk membantu keluarga memahami manfaat imunisasi dan menindaklanjuti dosis yang masih terlewat.
Melalui evaluasi dan pematangan strategi tersebut, Dinkes PPKB Jember berharap pelaksanaan BIK dapat berjalan lebih terarah, memperluas jangkauan imunisasi, dan meningkatkan perlindungan anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. (ken)