Penyaluran Bansos di Sumberjambe, Tindak Lanjut Pendataan LRT Jember
- 28 September 2026
- Dibaca 113 Kali
Bagikan Via:
Penyaluran Bansos di Sumberjambe, Tindak Lanjut Pendataan LRT Jember
JEMBER, 28 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menyalurkan bantuan sosial kepada 100 warga dari sembilan desa di Kecamatan Sumberjambe, Senin 28 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut hasil pendataan yang dilakukan petugas Layanan Rujukan Terpadu (LRT) Jember terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan sosial.
Penyaluran bantuan berlangsung dalam rangkaian kegiatan bakti sosial di Kecamatan Sumberjambe dan dihadiri Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Sejumlah petugas LRT Jember turut hadir mendampingi para penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.
Pendataan yang dilakukan petugas LRT menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat di lapangan, termasuk kebutuhan warga miskin dan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. Data tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran kegiatan sosial pemerintah.
Dari 100 warga penerima bantuan, banyak di antaranya merupakan lanjut usia, penyandang disabilitas, warga miskin, serta kepala keluarga tunggal. Mereka berasal dari sembilan desa yang berada di wilayah Kecamatan Sumberjambe.
Kehadiran petugas LRT dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pelayanan. Petugas yang sebelumnya melakukan pendataan turut mendampingi masyarakat yang telah teridentifikasi membutuhkan bantuan, sehingga proses pendataan hingga pemberian bantuan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Koordinator LRT Jember, Agus Suprianto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut atas informasi yang diperoleh petugas ketika melakukan pendataan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendataan tidak berhenti pada pencatatan kondisi warga, tetapi juga menjadi bahan untuk melihat kebutuhan masyarakat secara lebih konkret.
“Teman-teman LRT di lapangan melakukan pendataan sekaligus melihat kondisi masyarakat secara langsung. Dari pendataan itu kami menemukan ada warga yang memang membutuhkan perhatian, seperti lansia, penyandang disabilitas, warga miskin, dan kepala keluarga tunggal. Karena itu, data yang kami dapatkan kemudian ditindaklanjuti dalam kegiatan seperti ini, sehingga warga yang membutuhkan bisa mendapatkan perhatian dan bantuan,” ujar Agus.
Ia menambahkan, keberadaan petugas LRT di tengah masyarakat juga memungkinkan pemerintah memperoleh informasi yang lebih dekat dengan kondisi sebenarnya. Pendataan dilakukan dengan melihat kebutuhan warga secara langsung, sehingga informasi yang diperoleh tidak hanya berupa data administratif, tetapi juga gambaran mengenai keadaan masyarakat.
“Yang kami harapkan, pendataan ini benar-benar bisa memberikan manfaat. Ketika petugas datang ke masyarakat, kami tidak hanya mencatat siapa yang membutuhkan, tetapi juga berusaha memahami kebutuhannya. Dengan begitu, ketika ada program bantuan, masyarakat yang memang membutuhkan dapat menjadi perhatian dan mendapatkan tindak lanjut,” lanjut Agus.
Bantuan sosial yang diberikan dalam kegiatan tersebut berupa sembako. Bantuan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima manfaat, terutama warga yang berada dalam kondisi sosial dan ekonomi yang membutuhkan dukungan.
Bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas, kehadiran pemerintah secara langsung juga memberikan arti tersendiri. Mereka tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan jajaran pemerintah daerah dan menyampaikan keberadaan mereka sebagai bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kesinambungan antara pendataan dan pelayanan sosial. Data yang diperoleh petugas di lapangan menjadi bahan bagi pemerintah untuk memahami kondisi masyarakat, sementara kegiatan bakti sosial menjadi salah satu bentuk tindak lanjut yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut dan berinteraksi dengan masyarakat penerima bantuan. Kehadiran Bupati sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi warga yang telah menjadi bagian dari hasil pendataan di lapangan.
Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P. turut mendampingi kegiatan yang berlangsung di wilayahnya. Pemerintah kecamatan bersama jajaran terkait ikut memastikan rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan masyarakat penerima manfaat dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Sebanyak 100 warga dari sembilan desa di Kecamatan Sumberjambe menerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Keberagaman penerima, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, warga miskin hingga kepala keluarga tunggal, menggambarkan bahwa perhatian sosial diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Melalui kegiatan ini, hasil pendataan LRT tidak berhenti sebagai informasi mengenai kondisi masyarakat. Data tersebut menjadi bagian dari proses untuk menghubungkan kebutuhan warga dengan program dan pelayanan pemerintah, sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih tepat menyasar masyarakat yang membutuhkan. (wd)