DINKESPPKB Jember Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Jombang
- 12 Maret 2026
- Dibaca 149 Kali
Bagikan Via:
DINKESPPKB Jember Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Puskesmas Jombang
JEMBER, 11 MARET 2026 Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINKESPPKB) Kabupaten Jember melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Puskesmas Jombang pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, pengelolaan Pembiayaan kesehatan dan pengelolaan kefarmasian di Puskesmas berjalan dengan baik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pada aspek pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Puskesmas Jombang menunjukkan hasil yang baik. Data fasilitas pengelolaan kesehatan tercatat lengkap dengan nilai penilaian maksimal, yaitu 100. Hal ini menunjukkan bahwa pencatatan dan pengelolaan data tenaga kesehatan di tingkat fasilitas telah berjalan dengan baik.
Sementara itu, pada aspek data individu tenaga kesehatan, Puskesmas Jombang juga mencatatkan capaian yang baik dengan nilai 82,14. Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembaruan dan pengelolaan data tenaga kesehatan terus dilakukan secara berkala guna mendukung tertib administrasi serta penguatan sistem informasi kesehatan.
Selain meninjau pengelolaan tenaga kesehatan, tim monitoring juga melakukan evaluasi pada pegelolaan kefarmasian. Hasilnya menunjukkan bahwa Puskesmas Jombang telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan sarana penunjang pelayanan kesehatan melalui pengadaan sejumlah alat kesehatan menggunakan anggaran BLUD. Beberapa di antaranya seperti kursi roda, rotator, bed side cabinet, partus set, serta berbagai alat kesehatan lainnya yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Pencatatan dan administrasi kefarmasian di Puskesmas Jombang juga dinilai telah berjalan dengan baik dan dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, kesiapan pelaksanaan program Pengendalian Penggunaan Obat dan pengelolaan Kefarmasian juga telah mencapai 100 persen.
Monitoring juga mencakup evaluasi terhadap Pembiayaan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan, Pembiayaan kesehatan di Puskesmas Cakru menunjukkan capaian yang baik dalam dua bulan terakhir. Jumlah layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat melalui Kapitasi Berbasis Kinerja dengan 3 (tiga) indokator yaitu Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik dan Prolanis Terkendali berada pada kategori aman. Tingkat rujukan pasien yang seharusnya masih dapat ditangani di puskesmas juga tercatat sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengelolaan kesehatan dapat ditangani langsung di puskesmas tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.
Program pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes juga menunjukkan perkembangan yang positif. Capaian program tersebut pada bulan Januari dan Februari berada pada kategori aman, meskipun terdapat sedikit penurunan jumlah peserta pada bulan Februari 2026.
Selain itu, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program Pembiayaan kesehatan. Salah satunya adalah upaya pemenuhan target peserta dalam program pengelolaan penyakit kronis bagi penderita hipertensi dan diabetes yang masih perlu ditingkatkan.
Proses klaim program tersebut juga mengalami kendala teknis karena nominal biaya tidak muncul pada aplikasi Pembiayaan kesehatan, sehingga klaim tidak dapat diproses secara langsung.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Puskesmas Jombang melakukan beberapa langkah perbaikan, di antaranya melakukan penyaringan dan pencocokan data kepesertaan antara data pada aplikasi Pembiayaan kesehatan dengan data peserta yang dikelola oleh pemerintah daerah. Selain itu, petugas juga melakukan penginputan data secara rutin melalui aplikasi yang tersedia agar data dapat tercatat secara lebih akurat dan tidak menumpuk pada akhir bulan.
Pendataan peserta juga dilakukan secara aktif melalui berbagai kegiatan pengelolaan kesehatan, seperti kunjungan pasien sakit, pemeriksaan kesehatan, kegiatan posyandu, serta Pembiayaan bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan tuberkulosis. Bagi peserta yang status kepesertaannya tidak aktif, puskesmas juga mengupayakan pengajuan reaktivasi agar mereka tetap dapat memperoleh layanan kesehatan.
Puskesmas Jombang sudah melakukan upaya sosialisasi tentang Universal Health Coverage (UHC) baik melalui media sosial juga dilakukan secara langsung melalui kunjungan dalam gedung dan luar gedung. Ketersedian tenaga yang kompeten dan ketersedian obat yang cukup menjadi modal utama Puskesmas Jombang untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan layanan kesehatan di puskesmas dapat terus ditingkatkan sehingga Pembiayaan kepada masyarakat menjadi semakin optimal.(nay)