logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Dinsos PPPA Jember Berikan Ruang Aman bagi Korban Dugaan Penganiayaan Siswa Sekolah Rakyat

  • 21 Oktober 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
dinsos-pppa-jember-berikan-ruang-aman-bagi-korban-dugaan-penganiayaan-siswa-sekolah-rakyat-20261023

Dinsos PPPA Jember Berikan Ruang Aman bagi Korban Dugaan Penganiayaan Siswa Sekolah Rakyat

JEMBER, 21 OKTOBER 2026 – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Jember. Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Dinsos PPPA melakukan asesmen awal serta berupaya memastikan korban mendapatkan rasa aman dan pendampingan selama proses penanganan berlangsung.

Laporan tersebut diterima UPTD PPA Jember dari pihak keluarga korban pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Menindaklanjuti laporan itu, petugas mulai melakukan asesmen awal untuk memahami kondisi korban dan menentukan langkah penanganan sesuai prosedur.

Kepala UPTD PPA Jember, Hery Apriliyanto, S.T., mengatakan, penanganan awal tidak hanya berfokus pada laporan, tetapi juga memastikan korban merasa aman dan tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian.

“Kami menerima laporan dari keluarga korban dan langsung menindaklanjutinya melalui asesmen awal. Hal yang menjadi perhatian kami adalah memastikan korban merasa aman, mengetahui bahwa dirinya tidak sendirian, dan ada pihak yang siap membantu dalam proses penanganan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E., menegaskan bahwa pihaknya bersama UPTD PPA akan mengawal penanganan kasus tersebut dengan mengedepankan perlindungan terhadap anak.

“Dinsos PPPA Jember melalui UPTD PPA akan mengawal penanganan kasus ini sesuai prosedur yang berlaku. Kami berupaya memastikan hak-hak anak tetap terlindungi dan korban mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan selama proses penanganan berlangsung,” katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, dugaan penganiayaan tersebut melibatkan tiga pelajar kelas 10 yang diduga mengalami kekerasan dari mahasiswa magang di asrama SRT 1 Jember.

Paman salah satu korban berinisial PD, yakni BD, warga Sumberbaru, menuturkan bahwa peristiwa bermula ketika seorang pelajar diketahui merokok. Saat PD dan temannya berusaha menghalangi tindakan penempelengan terhadap pelajar tersebut, keduanya diduga turut mengalami kekerasan.

BD menyebut PD mengalami tendangan di bagian dada hingga harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Ajung. Keterangan tersebut berasal dari pihak keluarga dan masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala SRT 1 Jember, Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.Tesol, belum memberikan keterangan resmi ketika dihubungi terkait dugaan penganiayaan tersebut. (wln)

Galeri Foto