logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Di Usia Senja, Surami Mendapat Perhatian Kesehatan dari Tim Homecare

  • 26 September 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
di-usia-senja-surami-mendapat-perhatian-kesehatan-dari-tim-homecare-20260926

Di Usia Senja, Surami Mendapat Perhatian Kesehatan dari Tim Homecare

JEMBER, 26 SEPTEMBER 2026 – Di usia senja, perhatian sederhana dapat menjadi sesuatu yang begitu berarti. Bagi Surami, seorang lansia yang tinggal di Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, kedatangan tim Homecare UPTD Puskesmas Sumberjambe menjadi bentuk perhatian yang hadir langsung ke rumahnya.

Surami merupakan salah satu sasaran kunjungan dalam kegiatan Homecare yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026. Tim kesehatan mendatangi kediamannya di wilayah Dusun Plenggian, Desa Plerean, untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan secara langsung.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih. Dengan pola pelayanan dari rumah ke rumah, petugas dapat melihat kondisi warga secara langsung dan berkomunikasi lebih dekat dengan lingkungan keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan tersebut turut didampingi Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P., bersama jajaran pejabat dari OPD Bakesbangpol Kabupaten Jember selaku dinas pengampu. Kepala Desa Plerean H. Ali Mukhlas juga turut mendampingi rangkaian kunjungan tim Homecare tersebut.

Bagi warga lanjut usia seperti Surami, akses terhadap pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan kondisi fisik. Kehadiran petugas di rumah juga menjadi ruang untuk memberikan perhatian, mendengarkan keluhan dan memastikan kondisi keseharian lansia tetap terpantau.

Camat Umar Faroek menyampaikan, perhatian kepada lansia perlu dilakukan secara langsung karena tidak semua warga dalam usia lanjut memiliki kemudahan untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Lansia merupakan bagian dari masyarakat yang harus terus kita perhatikan. Karena itu, ketika pelayanan kesehatan bisa datang langsung ke rumah, tentu ini sangat membantu. Kita bisa melihat kondisinya secara langsung, berbicara dengan mereka dan memastikan kebutuhan kesehatannya tidak terabaikan,” ujar Faroek.

Menurutnya, kunjungan seperti itu juga memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih dekat. Terlebih bagi lansia yang menjalani kehidupan dengan kondisi keluarga dan lingkungan yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kita tidak ingin pelayanan hanya berhenti pada saat masyarakat datang ke puskesmas. Ada kondisi tertentu yang membuat warga, terutama lansia, membutuhkan kita untuk datang. Melalui Homecare ini, pemerintah bersama tenaga kesehatan berusaha hadir lebih dekat dan memberikan perhatian secara langsung,” lanjutnya.

Dalam kunjungan kepada Surami, tim tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun komunikasi secara personal. Suasana kunjungan yang berlangsung di rumah memungkinkan petugas berinteraksi dengan lebih santai sekaligus mengetahui kondisi warga dalam kesehariannya.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu nilai penting dari Homecare. Pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai pemeriksaan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat merasa diperhatikan dan memiliki tempat untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami.

Kegiatan Homecare di Desa Plerean sendiri menyasar sejumlah kelompok masyarakat dengan kebutuhan berbeda. Selain lansia, tim juga mengunjungi warga penyandang disabilitas, anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan kesehatan, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Salah satu kunjungan lainnya dilakukan kepada Dani, warga penyandang disabilitas. Tim juga menyempatkan diri mengunjungi Ustadz Muhlis, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan diarahkan untuk menjangkau masyarakat secara luas sesuai dengan kebutuhan masing-masing. (wd)

Galeri Foto