Diskopumdag Jember Dorong Ekosistem Wirausaha Inklusif bagi Remaja Penyandang Disabilitas
- 10 September 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Diskopumdag Jember Dorong Ekosistem Wirausaha Inklusif bagi Remaja Penyandang Disabilitas
JEMBER, 10 SEPTEMBER 2026 - Upaya membangun ekosistem usaha yang inklusif di Kabupaten Jember terus mendapat perhatian. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember menerima audiensi dari Tanoker dan KUBIK 2.0 di Aula Minihall Diskopumdag Jember, Kamis 10 September 2026.
Audiensi tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarlembaga, tetapi juga ruang untuk mendengarkan aspirasi, potensi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi remaja penyandang disabilitas dalam mengembangkan keterampilan serta membangun kemandirian ekonomi.
Tanoker dan KUBIK 2.0 membawa aspirasi para remaja penyandang disabilitas yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Namun, mereka masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses terhadap pelatihan dan pendampingan, jejaring usaha, hingga kesempatan memasarkan produk dan jasa yang dihasilkan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan kebutuhan para remaja penyandang disabilitas dengan potensi dukungan dari pemerintah daerah. Dalam pembangunan ekonomi daerah, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak semestinya hanya berorientasi pada pertumbuhan, jumlah pelaku usaha, omzet, atau perluasan pasar.
Di balik setiap aktivitas ekonomi terdapat manusia dengan beragam latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan. Karena itu, membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh penyandang disabilitas.
Remaja penyandang disabilitas memiliki potensi untuk berkembang di berbagai bidang, mulai dari kerajinan, kuliner, jasa, seni, teknologi, hingga usaha kreatif lainnya. Potensi tersebut membutuhkan ruang untuk tumbuh melalui kesempatan belajar, pelatihan keterampilan praktis, pendampingan, penguatan kepercayaan diri, serta akses terhadap jejaring usaha.
Audiensi antara Tanoker, KUBIK 2.0, dan Diskopumdag Jember membahas peran berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi remaja penyandang disabilitas. Pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi diarahkan pada proses yang memungkinkan mereka berkembang secara berkelanjutan.
Selain itu, program pemberdayaan diharapkan disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Para remaja penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga perlu dilibatkan dalam proses perencanaan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Diskopumdag Jember, Rudi Prasetya Aji, S.Sos., mengatakan pihaknya berharap kegiatan yang direncanakan dapat menjadi sarana pemberdayaan sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas muda untuk mengembangkan potensi di bidang kewirausahaan.
“Kami berharap kegiatan yang diajukan ini nantinya benar-benar dapat memberikan manfaat dan membantu penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki semangat dan kemauan tinggi untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi yang dimiliki dalam bidang wirausaha,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan kelompok masyarakat, pengembangan kewirausahaan inklusif diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas muda untuk belajar, berkarya, dan tumbuh secara mandiri serta memiliki ruang yang setara dalam ekosistem ekonomi daerah. (hna)