logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Dispendik Jember Perkuat Pengembangan Perpustakaan Sekolah untuk Tingkatkan Literasi Siswa

  • 26 Oktober 2026
  • Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
dispendik-jember-perkuat-pengembangan-perpustakaan-sekolah-untuk-tingkatkan-literasi-siswa-20261027

Dispendik Jember Perkuat Pengembangan Perpustakaan Sekolah untuk Tingkatkan Literasi Siswa

JEMBER, 26 OKTOBER 2026 - Perpustakaan sekolah bukan sekadar ruangan yang dipenuhi rak dan buku. Di dalamnya, tersimpan kesempatan bagi siswa untuk mengenal dunia lebih luas, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan menguatkan sinergi melalui Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Sekolah untuk Meningkatkan Literasi Siswa yang dilaksanakan di Lobby 1 Dinas Pendidikan, Senin 26 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan pengawas sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keterlibatan para pengawas menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di setiap jenjang pendidikan.

Melalui rapat koordinasi ini, pengembangan perpustakaan diharapkan tidak hanya berfokus pada kelengkapan koleksi buku, tetapi juga pada kualitas pengelolaan, kemudahan akses, kenyamanan ruang baca, serta pembiasaan literasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Bagi siswa, kebiasaan membaca merupakan bekal penting untuk memahami informasi, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan berbahasa. Karena itu, perpustakaan perlu hadir sebagai ruang belajar yang menarik, bukan sekadar fasilitas pelengkap atau tempat menyimpan buku.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., penguatan literasi harus dimulai dari lingkungan pendidikan dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Kami berharap setiap satuan pendidikan mampu mengembangkan perpustakaan yang nyaman, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa. Dengan dukungan pengawas sekolah serta tenaga pendidik, budaya membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Nurul Hafid Yasin.

Menurutnya, pengembangan literasi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan. Guru dapat mengintegrasikan kegiatan membaca dalam pembelajaran, sementara pengawas sekolah berperan memberikan pendampingan dan mendorong satuan pendidikan agar terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaannya.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan menyelaraskan program pengembangan perpustakaan di berbagai satuan pendidikan. Pengawas TK, SD, dan SMP dapat berperan dalam mendorong sekolah menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya belajar, bukan hanya kegiatan sesaat.

Keberhasilan pengembangan perpustakaan tidak hanya diukur dari banyaknya buku yang tersedia, tetapi juga dari seberapa sering siswa memanfaatkannya dan bagaimana kebiasaan membaca membantu mereka memahami dunia. Setiap buku yang dibaca dapat menjadi awal tumbuhnya pengetahuan, dan setiap kebiasaan membaca merupakan langkah kecil untuk menyiapkan generasi yang cerdas, kreatif, serta siap menghadapi masa depan. (puja)

Galeri Foto