logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Tempurejo

Kunjungan Bersama Lintas Sektor ke Rumah ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Tempurejo

  • 01 April 2026
  • Dibaca 224 Kali
Bagikan Via:
kunjungan-bersama-lintas-sektor-ke-rumah-odgj-di-wilayah-kerja-puskesmas-tempurejo-20260401

Kunjungan Bersama Lintas Sektor ke Rumah ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Tempurejo

Tempurejo, 01 April 2026 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mental dan sosial bagi masyarakat, Puskesmas Tempurejo mengadakan kunjungan dengan lintas sektor ke salah satu rumah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah kerjanya. Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dari berbagai pihak untuk memperhatikan kebutuhan khusus individu yang membutuhkan perhatian lebih dalam aspek kesehatan mental.

Kunjungan tersebut dilakukan pada hari Selasa 31 Maret 2026 , melibatkan tim dari puskesmas Tempurejo, aparat desa, serta babinsa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi penghuni rumah ODGJ, serta memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan yang memadai dan sesuai standar.

Pentingnya Pendekatan Lintas Sektor

Menurut Kepala Puskesmas Tempurejo, Ibu dr Reni Anggraeni,MM. , kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam penanganan ODGJ. "Kesejahteraan dan kesehatan mental tidak bisa hanya ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara fasilitas kesehatan, sosial, dan masyarakat sekitar agar mereka bisa mendapatkan perlindungan dan rehabilitasi yang optimal," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan asesmen kondisi fisik dan mental penghuni rumah ODGJ. Selain itu, mereka juga berdiskusi dengan pengelola rumah terkait kebutuhan medis maupun sosial yang diperlukan. Warga yang mengalami gangguan jiwa kronis ini membutuhkan pengawasan ketat dan terapi berkelanjutan untuk membantu proses pemulihan mereka.

Statistik dan Data Pendukung

Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa prevalensi gangguan jiwa di Indonesia mencapai sekitar 7% dari total penduduk dewasa. Di wilayah Jawa Timur sendiri, angka ini diperkirakan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kasus baru setiap tahun. Sayangnya, masih banyak ODGJ yang tidak mendapatkan akses layanan yang memadai karena keterbatasan fasilitas dan stigma masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mempercepat deteksi dini kasus gangguan jiwa dan memperkuat jejaring pelayanan. Menurut survei terbaru dari WHO (World Health Organization), pendekatan multidisiplin dan berbasis komunitas terbukti efektif dalam menurunkan angka kejadian kekambuhan serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Peran Masyarakat dan Pemerintah

Salah satu Keluarga ODGJ mengungkapkan apresiasi atas kunjungan lintas sektor ini. Mereka berharap kolaborasi semacam ini akan terus berlangsung secara rutin untuk mendukung keberlangsungan perawatan dan rehabilitasi para penghuni rumah.

Selain itu, masyarakat sekitar juga diajak untuk lebih peduli dan memahami kondisi orang dengan gangguan jiwa agar tidak terjadi stigma negatif yang justru menyulitkan proses pemulihan mereka. Pemerintah melalui dinas terkait pun berkomitmen menyediakan pelatihan serta sumber daya untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan relawan dalam menangani ODGJ.

Kegiatan kunjungan lintas sektor ke rumah ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Tempurejo menjadi contoh nyata upaya terpadu dalam mendukung kesehatan mental masyarakat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan stigma dapat dikurangi dan akses layanan yang berkualitas semakin merata sehingga kehidupan orang dengan gangguan jiwa bisa lebih baik dan bermartabat. Ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat inklusif dan peduli terhadap keberagaman kondisi kesehatan mental di Indonesia.

Galeri Foto