logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

DKPPP Jember Intensifkan Monitoring Lapak Hewan Kurban Jelang Iduladha

  • 19 Mei 2026
  • Dibaca 107 Kali
Bagikan Via:
dkppp-jember-intensifkan-monitoring-lapak-hewan-kurban-jelang-iduladha-20260519

DKPPP Jember Intensifkan Monitoring Lapak Hewan Kurban Jelang Iduladha

JEMBER, 19 MEI 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet serta Bidang Peternakan terus mengintensifkan kegiatan monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjamin keamanan pangan asal hewan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet DKPPP Jember, Drh. Henry Kurniawan Mulyodiputro. Mvet, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi bagian penting dalam memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan upaya preventif yang sangat penting untuk menjamin kualitas hewan kurban sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh hewan yang dijual di lapak memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan sesuai ketentuan,” ujarnya pada Senin, 18 Mei 2026.

Kegiatan monitoring dimulai dengan pendataan lapak-lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember. Petugas kemudian melakukan kunjungan langsung ke setiap lapak untuk melaksanakan pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum hewan disembelih.

Pemeriksaan meliputi kondisi umum hewan seperti nafsu makan, aktivitas, kondisi mata, hidung, mulut, kulit, hingga anggota gerak. Selain itu, petugas juga melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, maupun penyakit zoonosis lainnya yang berpotensi membahayakan manusia.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat. Hewan yang sehat ditandai dengan kondisi tubuh yang baik, tidak cacat, cukup umur, dan tidak menunjukkan gejala penyakit.

Apabila ditemukan hewan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, petugas akan memberikan rekomendasi agar hewan tersebut tidak diperjualbelikan atau dipisahkan dari hewan lainnya guna mencegah potensi penularan penyakit.

Sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat, setiap hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen resmi tersebut menjadi bukti bahwa hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan layak untuk dikurbankan serta aman dikonsumsi.

Selain penerbitan SKKH, petugas juga memasang stiker tanda lapak sudah diperiksa pada lokasi penjualan yang memenuhi syarat kesehatan. Stiker tersebut menjadi penanda visual bagi masyarakat bahwa lapak telah diawasi oleh petugas dan hewan yang dijual telah melalui proses pemeriksaan kesehatan.

Drh. Henry menambahkan, kegiatan monitoring ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran para pedagang dan pelaku usaha peternakan tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan kandang.

“Petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan pembinaan terkait manajemen pemeliharaan hewan, kebersihan kandang, serta penanganan hewan sakit. Harapannya, kualitas peternakan di Kabupaten Jember semakin meningkat,” tambahnya.

Melalui kegiatan monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan sesuai dengan ketentuan kesehatan maupun syariat. (ran)

Galeri Foto