logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Doa dan Refleksi Kebangsaan Lintas Agama, Bupati Jember Ajak Rawat Persatuan dan Kerukunan

  • 17 Agustus 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
doa-dan-refleksi-kebangsaan-lintas-agama-bupati-jember-ajak-rawat-persatuan-dan-kerukunan-20260817

Doa dan Refleksi Kebangsaan Lintas Agama, Bupati Jember Ajak Rawat Persatuan dan Kerukunan

JEMBER, 17 AGUSTUS 2026 - Semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan menjadi bagian utama dalam Doa dan Refleksi Kebangsaan Lintas Agama dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Minggu 16 Agustus 2026 malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. atau yang akrab disapa Gus Muhammad Fawait. Kegiatan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, unsur Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Jember, camat se-Kabupaten Jember, kepala puskesmas, serta unsur pendidikan.

Camat Patrang, Ajib, S.IP., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Camat Patrang menjadi bagian dari komitmen pemerintah kecamatan dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menekankan pentingnya menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan seluruh masyarakat. Kemerdekaan, menurutnya, bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana generasi saat ini menjaga hasil perjuangan tersebut melalui kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan agama, keyakinan, suku, maupun latar belakang sebagai sekat dalam membangun daerah. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Jember.

Melalui kegiatan doa dan refleksi lintas agama, Gus Muhammad Fawait mengajak seluruh peserta untuk memperkuat toleransi, menjaga suasana kondusif, serta membangun komunikasi dan kerja sama antarelemen masyarakat. Pemerintah daerah bersama tokoh agama dan masyarakat diharapkan terus menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial di Kabupaten Jember.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan persatuan, gotong royong, dan kepedulian. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat jangan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Jember,” demikian substansi arahan Bupati dalam kegiatan tersebut.

Doa dan refleksi kebangsaan tersebut menghadirkan tujuh pemuka agama lintas iman, termasuk perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Para pemuka agama hadir bersama perwakilan umat masing-masing sebagai bentuk kebersamaan dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Selain unsur keagamaan, kegiatan juga melibatkan unsur pendidikan melalui kehadiran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa menjaga persatuan dan kerukunan merupakan tanggung jawab bersama.

Dalam suasana yang khidmat, doa dan refleksi kebangsaan menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus mengenang perjuangan para pendahulu bangsa. Peserta diajak merefleksikan kembali nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa, seperti persatuan, gotong royong, saling menghormati, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi Kabupaten Jember yang memiliki keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat, kerukunan menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman dan harmonis. Karena itu, kegiatan lintas agama seperti ini memiliki arti strategis dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarelemen masyarakat.

Camat Patrang Ajib, S.IP., menyampaikan bahwa Doa dan Refleksi Kebangsaan Lintas Agama merupakan momentum penting untuk kembali menguatkan semangat persatuan dan kebersamaan.

“Bagi kami, Doa dan Refleksi Kebangsaan Lintas Agama ini menjadi momentum yang sangat berarti untuk kembali menguatkan semangat persatuan dan kebersamaan. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Ajib.

Menurutnya, keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat bukan menjadi penghalang untuk bersatu. Justru, keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dirawat melalui sikap saling menghormati dan membangun toleransi.

“Di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat, toleransi dan saling menghormati menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan. Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, tetapi justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah dan bangsa,” lanjutnya.

Ajib menegaskan, Pemerintah Kecamatan Patrang mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat silaturahmi lintas agama dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami di Kecamatan Patrang tentu sangat mendukung kegiatan yang memperkuat silaturahmi lintas agama dan seluruh elemen masyarakat. Semoga semangat doa, persatuan, dan gotong royong yang dibangun malam ini dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Jember semakin kondusif, harmonis, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkapnya.

Peringatan HUT ke-81 RI melalui doa dan refleksi lintas agama tersebut pada akhirnya tidak sekadar menjadi rangkaian seremoni menjelang hari kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang bersama untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan sekaligus mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa kemerdekaan harus dirawat melalui persatuan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, semangat perjuangan para pendahulu diharapkan terus diteruskan melalui kerja bersama dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dari Pendopo Wahyawibawagraha, pesan kebangsaan kembali ditegaskan: berbeda dalam keyakinan, tetap satu dalam persaudaraan dan kebangsaan. (naf)

Galeri Foto