logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Doa Kebangsaan HUT RI ke-81 di Sumber Lesung, Merah Putih Menyatukan Langkah dan Doa Menguatkan Bangsa

  • 02 September 2026
  • Dibaca 160 Kali
Bagikan Via:
doa-kebangsaan-hut-ri-ke-81-di-sumber-lesung-merah-putih-menyatukan-langkah-dan-doa-menguatkan-bangsa-20260903

Doa Kebangsaan HUT RI ke-81 di Sumber Lesung, Merah Putih Menyatukan Langkah dan Doa Menguatkan Bangsa

JEMBER, 02 SEPTEMBER 2026 – Semangat memperkokoh persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus digaungkan masyarakat Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Pendopo Kantor Desa Sumber Lesung, Selasa 01 September 2026 malam.

Mengusung tema “Merah Putih Menyatukan Langkah, Doa Menguatkan Bangsa”, kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Sekitar 200 jamaah dari berbagai unsur masyarakat turut hadir untuk mengikuti rangkaian doa, tahlil, sholawat Nabi, serta tausiyah keagamaan.

Kegiatan tersebut dipimpin dan menjadi tanggung jawab Kepala Desa Sumber Lesung, Setyo Harsoyo. Hadir pula Lora Hasan dari Kecamatan Silo, jajaran perangkat Desa Sumber Lesung, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta kelompok Muslimat Desa Sumber Lesung.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan desa.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tahlil. Setelah itu, Kepala Desa Sumber Lesung Setyo Harsoyo menyampaikan sambutan sekaligus ungkapan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan undangan yang telah hadir.

Dalam sambutannya, Setyo Harsoyo menekankan pentingnya menjadikan momentum kebersamaan tersebut sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa.

Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat dalam kegiatan yang digelar di lingkungan Kantor Desa Sumber Lesung tersebut. Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan keagamaan dan kebangsaan diharapkan membawa keberkahan sekaligus memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat Desa Sumber Lesung.

“Terima kasih atas kehadiran panjenengan semua. Semoga berkumpulnya kita di tempat yang penuh barokah ini bernilai ibadah dan membawa kebaikan bagi Desa Sumber Lesung,” ujar Setyo Harsoyo dalam sambutannya.

Pesan kebangsaan kemudian diperkuat melalui ceramah agama yang disampaikan Lora Hasan. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk memahami kemerdekaan bukan hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai amanah yang harus diisi dengan ketaatan kepada Allah SWT, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Menurutnya, salah satu cara umat Islam dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan mensyukuri nikmat kebebasan yang telah diberikan dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan sosial.

Kemerdekaan, lanjutnya, harus dimanfaatkan untuk menjalankan syariat Islam dengan penuh ketenangan, seperti mendirikan salat dan melaksanakan berbagai bentuk ibadah tanpa tekanan maupun rasa takut. Namun, kebebasan tersebut juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga persaudaraan, persatuan, serta keharmonisan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Persatuan, gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan bangsa sekaligus mendorong pembangunan dari tingkat desa.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebaikan. Kebebasan yang kita rasakan hari ini hendaknya menjadi jalan bagi kita untuk semakin taat kepada Allah SWT, menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi sesama,” pesan Lora Hasan.

Setelah ceramah agama, kegiatan dilanjutkan dengan sholawat Nabi dan doa bersama. Jamaah memanjatkan doa agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, serta keberkahan. Doa juga dipanjatkan untuk para pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Indonesia.

Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Doa Kebangsaan tersebut. Ia menilai kegiatan yang memadukan nilai keagamaan dan semangat nasionalisme merupakan bentuk positif dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, doa kebangsaan dapat menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana kita meneruskan perjuangan itu dengan menjaga persatuan, menciptakan keamanan dan ketertiban, serta bersama-sama membangun daerah. Doa kebangsaan seperti ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat kebersamaan masyarakat,” ungkap Roni Herman Baza.

Ia juga mengajak masyarakat Kecamatan Ledokombo untuk terus menjaga kondusivitas wilayah dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. (yus)

Galeri Foto