Dongkrak Ekonomi Sekitar, Lima SPPG di Kecamatan Pakusari Serap 30 Persen Lebih Pekerja Lokal
- 10 Juni 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Dongkrak Ekonomi Sekitar, Lima SPPG di Kecamatan Pakusari Serap 30 Persen Lebih Pekerja Lokal
JEMBER, 10 JUNI 2026 - Tim gabungan lintas sektoral sukses merampungkan supervisi di lima lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakusari yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Senin, 08 Juni 2026 dan Selasa, 09 Juni 2026.
Dipimpin langsung oleh Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, agenda monitoring ini mengonfirmasi capaian positif di mana penyerapan tenaga kerja lokal atau relawan pekerja dari warga sekitar SPPG telah menembus angka lebih dari 30 persen.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa program MBG tidak sekadar berfokus pada intervensi kesehatan anak dan pemenuhan gizi masyarakat, melainkan juga sukses menjadi motor penggerak roda perekonomian di tingkat akar rumput melalui pembukaan lapangan kerja baru.
Rifendi Wahjuwibakti menegaskan bahwa tingginya partisipasi aktif masyarakat lokal dalam program MBG ini menjadi bukti nyata adanya dampak pengganda (multiplier effect) dari kebijakan pemerintah. Menurutnya, pemenuhan gizi yang optimal melalui operasional SPPG harus berjalan selaras dengan penguatan daya beli dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi program.
Angka keterlibatan warga lokal yang masif menjadi indikator utama bahwa program nasional ini berakar kuat di masyarakat bawah.
"Kami tidak hanya memastikan bahwa infrastruktur dapur SPPG ini siap memasok Makan Bergizi Gratis secara higienis dan memenuhi standar, tetapi kami juga bangga karena proyek di lima lokasi ini mampu menyerap lebih dari 30 persen pekerja dari warga lokal. Ini adalah jualan utama sekaligus bukti konkret bahwa program MBG ini sekaligus mendongkrak ekonomi warga Pakusari secara langsung," ujar Rifendi di sela-sela peninjauan.
Supervisi komprehensif ini sengaja melibatkan tim gabungan berskala besar guna memastikan seluruh aspek operasional SPPG berjalan tanpa kendala. Jajaran instansi yang turun langsung ke lapangan meliputi Dinas PUPR dan DPRKPLH untuk memeriksa kelaikan teknis bangunan dapur serta tata ruang lingkungan.
Sementara itu, DPMPTSP hadir mengawal aspek legalitas perizinan, disusul Dinas Kesehatan PPKB yang mengevaluasi berkala standar sanitasi, higienitas, dan mutu gizi makanan yang diproduksi. Dinas Koperasi memantau jumlah serta izin supplier. Disnaker turut memantau aspek pemberdayaan masyarakat dan tata kelola relawan lokal, didukung oleh Diskominfo yang memeriksa IT dan konektivitas jaringan internet.
Kehadiran unsur Tiga Pilar Kecamatan, yakni Kepala Puskesmas Pakusari, Kapolsek, dan Danramil Pakusari, semakin memperkuat pengamanan serta komitmen bersama dalam mengawal keberlanjutan program ini. Sinergi yang kuat antara dinas teknis dan aparat wilayah memastikan seluruh tahapan aktivitas dapur berjalan kondusif.
Secara keseluruhan, hasil pemantauan di lima titik SPPG menunjukkan progres yang sangat signifikan dan siap dioperasikan penuh. Dengan keterlibatan masif warga lokal sebagai pilar utama pengelolaan dapur, program MBG di Kecamatan Pakusari diharapkan mampu menjadi percontohan sukses bagi wilayah lain dalam mengawinkan misi pengentasan masalah gizi dengan pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal. (zal)