logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Dorong Budaya Mutu, MKPS SMP Jember Perkuat Peran Pengawas Berbasis Data Rapor Pendidikan

  • 25 Agustus 2026
  • Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
dorong-budaya-mutu-mkps-smp-jember-perkuat-peran-pengawas-berbasis-data-rapor-pendidikan-20260826

Dorong Budaya Mutu, MKPS SMP Jember Perkuat Peran Pengawas Berbasis Data Rapor Pendidikan

JEMBER, 25 AGUSTUS 2026 - Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMP Kabupaten Jember terus mendorong penguatan peran pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui webinar bertema “Penguatan Peran Pengawas dalam Mendukung Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Perencanaan Berbasis Data Rapor Pendidikan Tahun 2026” via Google Meet, Senin 24 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini menjadi ajang penguatan kapasitas pengawas SMP agar makin optimal mendampingi satuan pendidikan.

Fokus pembahasan meliputi analisis Rapor Pendidikan, identifikasi akar masalah, penyusunan perencanaan berbasis data, pengawalan siklus SPMI, hingga penanaman budaya refleksi di lingkungan sekolah.

Penguatan peran ini dinilai krusial. Pengawas sekolah kini tidak hanya berfungsi memantau, melainkan bertindak sebagai pendamping strategis bagi sekolah dalam melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan.

Pemanfaatan Rapor Pendidikan diharapkan membantu sekolah melihat kondisi secara objektif, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan dan permasalahan di lapangan.

Hadir sebagai keynote speaker, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan pengawas dalam menerjemahkan data menjadi langkah nyata.

“Pengawas harus menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan. Data dalam Rapor Pendidikan jangan hanya dibaca sebagai angka, tetapi harus dianalisis untuk menemukan akar persoalan, lalu diterjemahkan menjadi program perbaikan yang terukur,” tegas Arief.

Ia menambahkan, perencanaan berbasis data merupakan fondasi penting dalam membangun sekolah berbudaya mutu. Dengan pendampingan pengawas yang kuat, sekolah diharapkan tidak lagi menyusun program sekadar berdasarkan kebiasaan, melainkan atas dasar prioritas dan kondisi nyata.

“Ketika perencanaan dilakukan berbasis data, sekolah akan lebih mudah menentukan prioritas. Hal inilah yang harus dikawal melalui SPMI agar proses peningkatan mutu berjalan konsisten dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ridhoi, menyampaikan bahwa kapasitas pengawas harus terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dunia pendidikan. Pengawas dituntut memberikan pendampingan konkret kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik.

“Pengawas harus hadir sebagai mitra sekolah. Tidak hanya mencari kekurangan, tetapi membantu sekolah menemukan solusi, menyusun perencanaan, melaksanakan program, hingga merefleksikan hasilnya,” ujar Ridhoi.

Ridhoi menekankan pentingnya membangun budaya refleksi agar setiap program dapat dievaluasi secara berkala. Melalui kebiasaan ini, sekolah dapat melihat hal-hal yang sudah berjalan baik, mengevaluasi aspek yang perlu diperbaiki, serta menentukan langkah strategis berikutnya.

Kegiatan MKPS ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Materi dipaparkan oleh Wali Wilayah Jember BBPMP Jawa Timur Mukharis Junizal, S.Pd., M.Kes., serta Fasda SPMI Pengawas SMP Dr. Mariyatul Qibtiyah, M.Pd.

Selain itu, hadir pula Jatim Kristina MU, S.Pd. dari Tim Pokja SPMI Akademi KS, serta PIC Digitalisasi Pengawas SMP Tutik Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd., yang membagikan pemikiran dan strategi penguatan mutu pendidikan.

Melalui agenda ini, pengawas diharapkan makin siap mendampingi sekolah dalam mengidentifikasi masalah, menyusun perencanaan berbasis data, mengawal implementasi SPMI, hingga menciptakan budaya refleksi.

Sinergi antara Dinas Pendidikan, pengawas, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah diharapkan membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah di Kabupaten Jember.

Dengan begitu, pemanfaatan Rapor Pendidikan 2026 tidak berhenti pada pemetaan kondisi semata, melainkan menjadi pijakan utama dalam menghadirkan program perbaikan yang berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen dunia pendidikan di Jember untuk menghadirkan sekolah yang adaptif, berbudaya mutu, berbasis data, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi peserta didik. (hz)

Galeri Foto