logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Dorong Daya Saing Usaha, Polije Ajak Pelaku UMKM dan PKL Rambipuji Go Digital

  • 18 Agustus 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
dorong-daya-saing-usaha-polije-ajak-pelaku-umkm-dan-pkl-rambipuji-go-digital-20260818

Dorong Daya Saing Usaha, Polije Ajak Pelaku UMKM dan PKL Rambipuji Go Digital

JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 – Transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan primer bagi pelaku usaha dan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Semangat itulah yang diusung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Jember (Polije) Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Pendopo Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Selasa 18 Agustus 2026.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) hadir untuk menimba wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital guna menunjang aktivitas usaha dan pelayanan publik.

Program pengabdian ini dipimpin langsung oleh Dosen Politeknik Negeri Jember, Rismayanti Dwi Puspitasari. Ia menjelaskan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya sebatas teori penggunaan teknologi secara umum, melainkan difokuskan pada kebutuhan riil masyarakat.

"Materi yang kami bawakan diarahkan langsung pada kebutuhan nyata di lapangan, khususnya pelaku UMKM, pedagang kaki lima, serta pengembangan tata kelola pelayanan berbasis digital di tingkat pemerintahan desa," ujar Rismayanti di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, terdapat tiga materi utama yang menjadi sorotan peserta, yakni Digitalisasi UMKM, Sentralisasi Pelayanan Surat-Menyurat, serta Sistem Informasi Geografis (SIG) Pariwisata.

Digitalisasi UMKM menjadi pembahasan krusial mengingat pergeseran pola konsumsi masyarakat dalam mencari, memilih, hingga membeli produk. Pelaku usaha kini dituntut tidak hanya mampu menciptakan produk berkualitas, tetapi juga harus adaptif memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Melalui digitalisasi, para pelaku UMKM dan PKL dibimbing memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengenalkan produk, membangun identitas merek (branding), serta meningkatkan daya saing usaha.

"Produk lokal yang selama ini dipasarkan secara konvensional dapat dikembangkan melalui strategi pemasaran digital. Dengan begitu, ada nilai tambah dan jangkauan pasarnya bisa menembus luar wilayah Rambipuji," imbuh Rismayanti.

Selain sektor usaha, materi sentralisasi pelayanan surat-menyurat juga menarik perhatian peserta. Konsep pelayanan berbasis teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola administrasi desa yang lebih tertib, cepat, efektif, dan efisien.

Masyarakat saat ini membutuhkan layanan yang mudah diakses, sementara pemerintah desa dituntut untuk bekerja secara transparan dan responsif.

Di sisi lain, materi Sistem Informasi Geografis Pariwisata membuka peluang baru bagi pemetaan potensi wisata daerah. Melalui sistem berbasis spasial ini, berbagai destinasi dan potensi lokal dapat dipetakan serta dipromosikan secara presisi kepada publik.

Pariwisata yang dikelola dengan baik terbukti mampu menjadi pemantik ekonomi berganda (multiplier effect), seperti menggerakkan sektor kuliner, perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif warga sekitar.

Kepala Desa Rambipuji, Dwi Diyah Setyorini, menyambut hangat kehadiran tim pengabdian masyarakat dari Polije. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan dampak positif nyata bagi warga.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran akademisi Polije di Desa Rambipuji. Pengetahuan dan pendampingan teknologi seperti ini sangat dibutuhkan warga kami agar mampu bersaing dan meningkatkan kualitas pelayanan desa," ungkap Dwi Diyah.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang temu produktif antara dunia akademik dan masyarakat. Ilmu dari kampus dapat diterapkan secara langsung, sementara kendala di lapangan bisa menjadi bahan kajian penelitian dosen.

Dukungan senada disampaikan oleh Camat Rambipuji, Roni Herman Baza. Ia menilai kegiatan PkM ini memiliki nilai strategis dalam membangun kapasitas sumber daya manusia di wilayahnya.

"UMKM dan PKL merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka dalam menguasai teknologi harus terus didorong," tegas Roni.

Roni menekankan bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang, bukan hambatan.

"UMKM harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagaimana teknologi benar-benar memberikan manfaat konkret untuk meningkatkan omzet usaha dan mempermudah pelayanan masyarakat," tambahnya.

Agenda pengabdian masyarakat ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas akademik semata, melainkan menjadi pemicu pergerakan ekonomi digital di Rambipuji.

Dari pendopo desa, semangat digitalisasi ini diharapkan menular ke pasar-pasar tradisional, warung, lapak PKL, hingga pusat-pusat pelayanan publik. Jika diterapkan secara konsisten, layanan masyarakat di Rambipuji akan semakin cepat dan UMKM lokal berpeluang naik kelas.

Kini, tantangan utamanya bukan lagi seberapa siap masyarakat menghadapi era digital, melainkan seberapa cepat peluang digital tersebut mampu dikonversi menjadi kekuatan ekonomi nyata bagi warga Rambipuji. (sai)

Galeri Foto