Bakesbangpol Jember Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme, Konflik Sosial hingga Peredaran Narkotika
- 03 September 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme, Konflik Sosial hingga Peredaran Narkotika
SURABAYA, 03 SEPTEMBER 2026 - Upaya memperkuat ketahanan sosial dan menjaga stabilitas keamanan di Jawa Timur terus dilakukan melalui koordinasi lintas daerah. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Pencegahan Radikalisme dan Konflik Sosial di Jawa Timur serta sosialisasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, lantai 3, Surabaya, Kamis 03 September 2026. Rapat dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Dari Bakesbangpol Kabupaten Jember, kegiatan dihadiri Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Siswanto, S.Si.T., M.T., bersama M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Jember. Keduanya hadir mewakili Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember.
Rapat koordinasi menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah bersama pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan terhadap berbagai potensi yang dapat mengganggu ketenteraman dan stabilitas masyarakat. Pencegahan radikalisme, konflik sosial, serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dinilai membutuhkan sinergi dan kewaspadaan dari seluruh pemangku kepentingan.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya strategi pencegahan yang dilakukan secara terpadu. Pendekatan pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat ketahanan ideologi dan sosial, serta membangun koordinasi antarlembaga.
Secara terpisah, Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Jember Siswanto, S.Si.T., M.T., menyampaikan bahwa keikutsertaan Jember dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Koordinasi seperti ini sangat penting karena persoalan radikalisme, konflik sosial dan penyalahgunaan narkotika tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurut Siswanto, hasil koordinasi tersebut akan menjadi bahan penguatan langkah-langkah pencegahan di Kabupaten Jember. Upaya membangun ketahanan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan edukasi, deteksi dini dan kolaborasi.
Sementara itu, M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., menegaskan bahwa pencegahan radikalisme dan konflik sosial memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga ketahanan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan harus terus ditingkatkan.
“Deteksi dini dan pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Kita perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga setiap potensi persoalan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi konflik,” jelasnya.
Ia menambahkan, sosialisasi P4GN juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika.
“Pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dilakukan secara konsisten. Edukasi kepada generasi muda, keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif dan memiliki masa depan,” tambah Syamsu Rijal.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Bakesbangpol Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur serta berbagai pihak terkait. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam mencegah radikalisme, konflik sosial, penyalahgunaan narkotika dan berbagai potensi ancaman terhadap ketahanan masyarakat. (but)