Kekeringan Belum Usai, BPBD Jember Kembali Kirim 5.000 Liter Air Bersih ke Antirogo
- 23 September 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Belum Usai, BPBD Jember Kembali Kirim 5.000 Liter Air Bersih ke Antirogo
JEMBER, 23 SEPTEMBER 2026 – Dampak musim kemarau yang menyebabkan kesulitan air bersih masih dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Jember. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama sejumlah unsur terkait untuk terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.
Terbaru, distribusi air bersih kembali dilakukan di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Selasa (22/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Distribusi air bersih ke-24 ini menyasar warga di RT 02/RW 08 dan RT 02/RW 07 Lingkungan Pelinggian. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sebanyak 90 kepala keluarga (KK) yang terdampak, dengan rincian 50 KK di RT 02/RW 08 dan 40 KK di RT 02/RW 07.
Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Permohonan Air Bersih dari Kelurahan Antirogo Nomor 600.1.16/151/35.09.03.2007/2026 tentang Permohonan Bantuan Air Bersih. Selain itu, pelaksanaan distribusi juga merupakan tindak lanjut hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada 5 Agustus 2026.
Hasil asesmen tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut. Kondisi itu kemudian direkomendasikan untuk mendapatkan penanganan melalui pendistribusian air bersih secara berkala.
Tim BPBD Kabupaten Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Setibanya di lokasi, TRC BPBD melakukan pendampingan terhadap proses pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur.
Dalam distribusi kali ini, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat. Air tersebut ditampung pada empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter, dengan dua tandon disediakan BPBD dan dua tandon lainnya disediakan PMI.
TRC BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan sebagai bentuk penanganan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau.
Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan hasil asesmen di lapangan.
“Distribusi air bersih dilakukan secara berkala ke lokasi terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama mengalami kesulitan air bersih,” ujar Didi.
Dengan distribusi pada Selasa tersebut, total bantuan air bersih yang telah disalurkan hingga 22 September 2026 mencapai 112.500 liter.
Kegiatan distribusi berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Tidak terdapat kendala selama proses pendistribusian air bersih kepada masyarakat.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di wilayah terdampak dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter dalam setiap distribusi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Palang Merah Indonesia (PMI), Ketua RW, serta masyarakat setempat. (bob)