logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Silo

Dorong Transparansi dan Keterwakilan, Kecamatan Silo Perkuat Mekanisme Pembentukan Panitia BPD

  • 29 April 2026
  • Dibaca 141 Kali
Bagikan Via:
dorong-transparansi-dan-keterwakilan-kecamatan-silo-perkuat-mekanisme-pembentukan-panitia-bpd-20260430

Dorong Transparansi dan Keterwakilan, Kecamatan Silo Perkuat Mekanisme Pembentukan Panitia BPD

JEMBER, 29 APRIL 2026 – Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa terus didorong Pemerintah Kecamatan Silo. Salah satunya melalui sosialisasi mekanisme pembentukan panitia Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang telah digelar pada 22 April lalu di aula kecamatan, dan hingga kini masih menjadi perhatian penting bagi pemerintah desa di wilayah tersebut.

Camat Silo, Bagas Wahyudi Witjaksono, saat ditemui pada 29 April 2026 menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan proses pembentukan panitia BPD berjalan sesuai prinsip transparansi, inklusivitas, dan demokrasi.

“Kami mengapresiasi peran BPD yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan desa. Ke depan, proses pembentukan panitia harus semakin baik dan akuntabel,” ujarnya, saat ditemui Rabu, 29 April 2026.

Menurutnya, BPD memiliki posisi vital sebagai penyalur aspirasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, proses awal pembentukan panitia harus dilakukan secara cermat dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Bagas juga menekankan pentingnya keterwakilan perempuan dalam struktur panitia. Ia menyebut, komposisi minimal 30 persen perempuan menjadi bagian penting untuk memastikan perspektif yang lebih seimbang dalam proses pengambilan keputusan.

“Peran perempuan harus mendapat ruang yang cukup. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari upaya menciptakan kebijakan yang lebih inklusif,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar mekanisme pembentukan panitia tetap mengedepankan musyawarah mufakat. Namun, jika diperlukan, proses voting dapat menjadi alternatif dengan catatan seluruh pihak mampu menerima hasil keputusan secara legawa.

“Yang terpenting adalah menjaga kondusivitas dan kebersamaan di desa. Apapun hasilnya, harus dihormati bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia berharap hasil sosialisasi tersebut dapat segera diimplementasikan di masing-masing desa, sehingga proses pembentukan panitia BPD berjalan tertib, transparan, dan sesuai regulasi.

Dengan penguatan pemahaman ini, Pemerintah Kecamatan Silo optimistis peran kelembagaan desa ke depan akan semakin solid dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

“Ini bagian dari ikhtiar bersama agar tata kelola desa semakin baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Galeri Foto