logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Enam Bumil Risiko Tinggi di Wuluhan Dirujuk ke RSD Balung

  • 24 Mei 2026
  • Dibaca 174 Kali
Bagikan Via:
enam-bumil-risiko-tinggi-di-wuluhan-dirujuk-ke-rsd-balung-20260526

Enam Bumil Risiko Tinggi di Wuluhan Dirujuk ke RSD Balung

JEMBER, 24 MEI 2026 – Program Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Jember mulai menyasar penanganan ibu hamil risiko tinggi. Di Kecamatan Wuluhan, enam ibu hamil mendapat pendampingan khusus untuk menjalani pemeriksaan kandungan oleh dokter spesialis di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung.

Pendampingan dilakukan langsung oleh Camat Wuluhan Hanifah S.Pt., M.Si bersama bidan Puskesmas Wuluhan. Para ibu hamil yang dirujuk sebelumnya telah menjalani pemeriksaan awal dan masuk kategori kehamilan risiko tinggi sehingga membutuhkan penanganan lanjutan oleh tenaga medis spesialis.

Sejak pagi, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan menuju RSD Balung. Petugas kesehatan turut membantu proses administrasi hingga pendampingan selama pemeriksaan berlangsung.

Camat Wuluhan Hanifah mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan cepat. Menurut dia, pemeriksaan sejak dini penting untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi selama masa kehamilan.

“Semoga ibu-ibu hamil di Kecamatan Wuluhan mendapatkan pelayanan terbaik dari RSD Balung dan Puskesmas Wuluhan,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Dia menambahkan, keterlibatan tenaga kesehatan hingga tingkat kecamatan diharapkan mampu mempercepat penanganan terhadap ibu hamil yang memerlukan rujukan medis. Dengan pendampingan langsung, pasien juga diharapkan lebih mudah memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Sementara itu, bidan Puskesmas Wuluhan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan rutin di wilayah kerja masing-masing. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih awal risiko kehamilan yang berpotensi membahayakan ibu maupun janin.

Salah seorang peserta pemeriksaan, Ima Rafiqatul Lutfia, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Dia merasa lebih tenang setelah mendapat pemeriksaan langsung dari dokter spesialis kandungan.

“Alhamdulillah, saya bisa mengetahui perkembangan bayi dalam kandungan. Saya juga merasa lebih tenang setelah diperiksa dokter spesialis,” ujarnya.

Program Gerakan 1.200 Nakes menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat. Selain menyasar pemeriksaan kesehatan dasar, program itu juga difokuskan pada pendampingan kelompok rentan, termasuk ibu hamil risiko tinggi, agar mendapatkan layanan medis lebih cepat dan tepat. (riz)

Galeri Foto