Fatayat NU Sukoreno Perkuat Kolaborasi Lintas Agama untuk Kukuhkan Desa Pancasila
- 15 Agustus 2026
- Dibaca 47 Kali
Bagikan Via:
Fatayat NU Sukoreno Perkuat Kolaborasi Lintas Agama untuk Kukuhkan Desa Pancasila
JEMBER, 15 AGUSTUS 2026 – Semangat merawat kerukunan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila di tingkat desa terus digaungkan melalui dialog interaktif bertajuk “Desa Pancasila: Who Does What? – Kolaborasi Lintas Sektor Mengukuhkan Desa Pancasila Kabupaten Jember”. Kegiatan yang digelar Pimpinan Ranting Fatayat NU Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, ini berlangsung secara hybrid, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas peran berbagai pihak dalam membangun dan menjaga ekosistem kerukunan di Desa Pancasila. Dialog diikuti secara luring dan daring dengan melibatkan unsur pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta kader Fatayat NU.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Umbulsari Prihan Jadid membacakan sambutan Bupati Jember. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog lintas agama yang dinilai menjadi forum strategis untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam membangun pemahaman dan komitmen bersama.
“Dialog lintas agama seperti ini merupakan forum strategis untuk berdiskusi, bertukar pandangan dan membangun kesepahaman. Ini menjadi ruang penting untuk memperkuat keberagaman dalam masyarakat sekaligus menjaga kerukunan sebagai bagian dari kehidupan bersama,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Menurutnya, keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan kekuatan yang perlu dirawat bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir sebagai narasumber utama KH. Ahmad Khoiruzzad Maddah, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Sementara narasumber ahli menghadirkan Mega Wulandari, S.STP., M.M. dari Bakesbangpol Jember, Ahmad Badrus Shoihin, S.S., M.A. dari FKUB Jember, Nihayatus Sa’adah, S.Pd. dari Admin Wadul Guse, Widji Atmoko dari pemuka agama Katolik, serta Sudarmani dari pemuka agama Hindu. Diskusi dipandu moderator Rofidatul Hasanah, M.Ak.
Konsep “Who Does What?” menjadi bagian penting dalam dialog. Setiap sektor diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menjaga kerukunan. Pemerintah menciptakan kebijakan dan ruang dialog, tokoh agama memberikan keteladanan, organisasi masyarakat menjadi penggerak, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing.
Desa Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah predikat, tetapi menjadi praktik nyata dalam kehidupan masyarakat. Toleransi, gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan dan komunikasi lintas agama harus terus dibangun sebagai budaya bersama.
Kegiatan ini didukung oleh Bakesbangpol Kabupaten Jember, Kemenag Kabupaten Jember, FKUB Kabupaten Jember, PC Fatayat NU Kencong, PAC Fatayat NU Umbulsari, serta PR Fatayat NU Kandangrejo.
Melalui dialog ini, seluruh pihak diharapkan semakin kuat membangun kolaborasi lintas sektor dalam merawat keberagaman. Desa Pancasila bukan hanya tentang hidup berdampingan dalam perbedaan, tetapi tentang bagaimana perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk menciptakan masyarakat yang rukun, damai dan saling menghormati. (opk)