logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Festival Sapi Jember 2025: Ribuan Warga Padati JSG, Menteri Pertanian Tegaskan Komitmen Hapus Kemiskinan Ekstrem Ajang Edukasi dan Harapan Baru Peternak Muda

  • 05 November 2025
  • Dibaca 520 Kali
Bagikan Via:
festival-sapi-jember-2025-ribuan-warga-padati-jsg-menteri-pertanian-tegaskan-komitmen-hapus-kemiskinan-ekstrem-ajang-edukasi-dan-harapan-baru-peternak-muda-20251105

Festival Sapi Jember 2025: Ribuan Warga Padati JSG, Menteri Pertanian Tegaskan Komitmen Hapus Kemiskinan Ekstrem Ajang Edukasi dan Harapan Baru Peternak Muda

JEMBER, Sabtu pagi, 1 November 2025, aroma jerami dan semangat peternak memenuhi udara di Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung. Ribuan warga tampak antusias menghadiri Festival dan Expo Sapi Jawa Timur 2025 Kabupaten Jember Bupati Jember Cup Season 2, yang mengusung tema “Festival Sapi Sebagai Wahana Edukasi Bagi Peternak.”

Ajang bergengsi ini tak sekadar kontes hewan ternak, melainkan simbol kolaborasi besar antara pemerintah pusat, daerah, dan peternak untuk membangun sektor peternakan yang lebih sejahtera dan modern.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 peserta dan penonton ini digelar dengan penuh kemeriahan. Bertindak sebagai penanggung jawab, Bobby Arie Sandy, S.STP., MM, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, memastikan seluruh rangkaian berjalan meriah namun tertib. Hadir pula tokoh-tokoh nasional dan daerah yang memberikan bobot tersendiri bagi acara tersebut.
Deretan pejabat penting tampak hadir, mulai dari Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, hingga Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Tampak pula Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Candra Putra, Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, Kajari Jember Ichwan Effendi, Lingga Diputra. S.Sos. Plt Kepala Bakesbangpol Kab. Jember,serta jajaran kepala OPD, camat se-Kabupaten Jember, dan unsur Asosiasi Peternak Sapi Seluruh Indonesia (APPSI).
Sejak pukul 09.30 WIB, pengunjung disuguhi hiburan musik patrol khas Jember yang menggema di lapangan utama JSG. Tak lama kemudian, sekitar pukul 10.01 WIB, iring-iringan pejabat pusat dan daerah tiba di lokasi. Mereka meninjau area pameran sapi unggulan dari berbagai kabupaten di Jawa Timur, disambut penampilan energik Sanggar Tari Cemara Biru yang menambah nuansa kearifan lokal.
Selepas lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan doa bersama, suasana berubah khidmat saat Bupati Jember Muhammad Fawait naik ke podium memberikan sambutan. Dalam pidatonya, Fawait menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerahnya: populasi besar namun masih bergulat dengan kemiskinan.
“Jember adalah kabupaten dengan penduduk ketiga terbanyak di Jawa Timur, tapi juga salah satu dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Melalui sektor pertanian dan peternakan, kami ingin ubah itu. Produktivitas padi kita sudah sangat baik, dan kini giliran peternakan yang harus kita dorong agar menjadi penopang ekonomi rakyat,” ujar Fawait disambut tepuk tangan hadirin.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Jember berkomitmen memperkuat infrastruktur pertanian dan peternakan agar mampu menopang ketahanan pangan Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut memberikan apresiasi atas inisiatif Bupati Jember dan APPSI.
“Jawa Timur dikenal sebagai provinsi dengan jumlah sapi potong terbanyak di Indonesia  lebih dari tiga juta ekor. Kami ingin memastikan, di balik angka besar itu, kesejahteraan peternak juga meningkat,” ujar Emil.

Sementara itu, Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum APPSI, H. Ahmad Muzani, menyoroti pentingnya peran anak muda dalam melanjutkan tradisi peternakan sapi di Indonesia.
“Festival ini bukan sekadar kontes, tapi gerakan moral. Kita ingin generasi muda bangga menjadi peternak. Ini acara tanpa proposal, murni kerja nyata para peternak dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia juga berterima kasih kepada Bupati Fawait yang disebutnya sebagai pemimpin dengan “semangat kerja nyata dan kepedulian tinggi terhadap rakyatnya.”
Selain memberi motivasi, Muzani juga membuka ajang lomba kontes sapi berbagai kategori, serta mengumumkan hadiah utama berupa paket umrah bagi peserta yang beruntung  simbol penghargaan atas dedikasi para peternak.
Sorotan utama acara terjadi saat Menteri Pertanian RI, Dr. Andi Amran Sulaiman, memberikan sambutan penuh semangat. Dengan gaya khasnya yang lugas, ia menyampaikan tekad pemerintah untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di Jember dan daerah lainnya melalui sektor pertanian dan peternakan.
“Kita akan tuntaskan kemiskinan ekstrem di Jember secepat-cepatnya! Saya akan kirim bibit jagung unggul dan dukungan langsung bagi peternak. Tidak boleh ada lagi rakyat Jember yang miskin di negeri yang subur ini,” tegas Amran disambut sorakan semangat ribuan peserta.
Usai memberikan sambutan, Menteri Amran secara simbolis menyerahkan bantuan sapi kepada Bapak Dadang, Ketua Umum APPSI, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah pusat bagi peternak daerah.
Selain lomba kontes sapi, festival ini juga menghadirkan berbagai stan edukasi, pameran produk olahan susu dan daging, hingga pelatihan singkat tentang manajemen pakan dan perawatan ternak. Para pengunjung, termasuk pelajar dan mahasiswa, tampak antusias menyimak penjelasan para ahli.
Menurut Bobby Arie Sandy, selaku Kepala Disparbud Jember, kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, melainkan wadah belajar dan promosi ekonomi kreatif berbasis peternakan.
“Kami ingin festival ini menjadi jembatan antara ilmu, ekonomi, dan budaya. Sapi bukan sekadar komoditas, tapi bagian dari identitas agraris masyarakat Jember,” ujarnya.
Acara ditutup dengan pengundian hadiah utama umrah oleh empat tokoh penting  Ketua MPR RI, Menteri Pertanian, Wakil Gubernur Jatim, dan Bupati Jember  yang menjadi simbol sinergi pemerintah pusat dan daerah. Tepat pukul 12.15 WIB, seluruh rangkaian acara resmi berakhir dengan lancar dan penuh apresiasi masyarakat.
Melalui Festival dan Expo Sapi Jawa Timur 2025 Kabupaten Jember, pemerintah berharap dapat:
1. Meningkatkan pengetahuan dan semangat peternak.
2. Mendorong generasi muda terjun ke dunia peternakan.
3. Memperkuat kolaborasi antarinstansi.
4. Mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem melalui sektor agrikultur.
Festival ini tak hanya menyisakan euforia, tapi juga optimisme. Dari Jember, suara peternak bergema: “Dari kandang, kami bangkit untuk negeri.”

Galeri Foto