logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? Jadi Ruang Refleksi dan Penguatan Bakti kepada Orang Tua

  • 19 September 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
film-ibu-bagaimana-aku-tanpamu-jadi-ruang-refleksi-dan-penguatan-bakti-kepada-orang-tua-20260920

Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? Jadi Ruang Refleksi dan Penguatan Bakti kepada Orang Tua

JEMBER, 19 SEPTEMBER 2026 – Nilai kasih sayang dan penghormatan kepada orang tua menjadi pesan utama dalam kegiatan nonton bareng (nobar) film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu? yang digelar di Kota Cinema Mall Jember, Sabtu 19 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Kaliwates Farisa Jamal Taslim sebagai perwakilan Bupati Jember, Ketua Yayasan Semasa Berbagi Herman Fajarianto, Wakil Kepala SMA Negeri 1 Jember bidang Humas Ana Forestin, keluarga besar Mambaul Ulum, Adik Asuh Semasa, guru-guru SMA Negeri 1 Jember, serta perwakilan siswa Sekolah Rakyat.

Tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan, pemutaran film tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan refleksi bagi para peserta, khususnya generasi muda. Kisah yang diangkat dalam film diharapkan mampu menggugah kesadaran tentang pentingnya menghargai keberadaan orang tua serta memahami besarnya peran dan pengorbanan mereka dalam kehidupan anak.

Ketua Yayasan Semasa Berbagi Herman Fajarianto mengatakan, film tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi anak-anak untuk semakin menghargai dan menyayangi orang tua.

“Dengan adanya film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?, semoga setelah pulang dari nobar ini, adik-adik yang masih lengkap orang tuanya jangan lupa selalu berbakti kepada orang tua. Bagi adik-adik yang orang tuanya sudah mendahului, jangan lupa mendoakan beliau di setiap selesai salat,” ujar Herman.

Sementara itu, Wakil Kepala SMA Negeri 1 Jember bidang Humas Ana Forestin menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena memberikan pengalaman sekaligus pembelajaran emosional bagi para siswa. Menurutnya, pesan dalam film dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan penghargaan terhadap keluarga.

Ana berharap para siswa tidak hanya menikmati cerita yang disajikan, tetapi juga mampu mengambil nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam keseharian, terutama melalui sikap hormat, perhatian, dan komunikasi yang baik kepada orang tua.

Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui pengalaman bersama dan refleksi terhadap kisah kehidupan, generasi muda diajak memahami bahwa kasih sayang kepada orang tua perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Kegiatan nobar ini pun menjadi ruang untuk memperkuat pesan bahwa selama orang tua masih ada, kesempatan untuk berbakti harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sementara bagi mereka yang telah kehilangan orang tua, doa menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang dapat terus diberikan. (as)

Galeri Foto