logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Gandeng Dinsos PPPA Jember, Siswa MTsN 2 Jember Diingatkan Bahaya Perundungan

  • 23 Oktober 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
gandeng-dinsos-pppa-jember-siswa-mtsn-2-jember-diingatkan-bahaya-perundungan-20261023

Gandeng Dinsos PPPA Jember, Siswa MTsN 2 Jember Diingatkan Bahaya Perundungan

JEMBER, 23 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah. Kali ini, sebanyak 512 siswa kelas 8 dan 9 MTs Negeri 2 Jember mendapatkan edukasi intensif terkait pencegahan perundungan (bullying) dan kesehatan mental pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid MTs Negeri 2 Jember ini diinisiasi oleh mahasiswa Magang Kependidikan Universitas Jember (UNEJ) sebagai bentuk sinergi antara akademisi, dinas terkait, dan lembaga pendidikan.

Dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Sugeng Riyadi, S.E. Beliau menegaskan pentingnya edukasi preventif secara berkelanjutan di sekolah-sekolah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman bagi anak.

"Perundungan bukan sekadar persoalan antar-siswa, melainkan ancaman serius bagi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak kita. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memastikan hadirnya pemerintah dalam memberikan perlindungan serta membangun kesadaran sejak dini agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah anak," ujar Sugeng Riyadi.

Hadir sebagai pemateri utama, Mauvirotul Arifah, S.H., dari Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Kabupaten Jember menegaskan pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti bahwa dampak perundungan tidak hanya merusak masa depan korban, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental generasi muda secara jangka panjang.

"Anak-anak memiliki hak atas rasa aman, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Mencegah perundungan adalah tanggung jawab kita bersama, dan siswa harus berani bersuara serta saling menjaga satu sama lain," papar Mauvirotul di hadapan ratusan siswa yang antusias menyimak.

Pihak sekolah turut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Guru Bimbingan Konseling (BK) MTsN 2 Jember, Ririn Sulistyowati, S.Pd., dalam sambutannya mengimbau seluruh peserta untuk menyerap materi dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan lingkungan madrasah yang ramah anak.

"Kami berharap melalui sosialisasi ini, MTsN 2 Jember dapat benar-benar terhindar dan terbebas dari tindakan perundungan. Edukasi seperti ini sangat penting agar karakter dan kesehatan mental anak-anak kita tetap terjaga," ujar Ririn.

Acara yang dibuka oleh Ketua Panitia, Famita Wahyu Anggraini, tersebut berlangsung interaktif hingga akhir sesi. Antusiasme siswa terlihat saat memasuki sesi tanya jawab, di mana sejumlah peserta aktif berdialog langsung dengan pihak Dinsos PPPA mengenai cara bersikap dan melaporkan jika menemui tindakan kekerasan di sekitar mereka.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan sinergi antara Dinsos PPPA Kabupaten Jember, pihak sekolah, dan mahasiswa terus terjalin demi menciptakan iklim pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan. (ysf)

Galeri Foto