logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kemarau Memburuk, 45 KK di Pakusari Kesulitan Air Bersih

  • 12 Oktober 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
kemarau-memburuk-45-kk-di-pakusari-kesulitan-air-bersih-20261013

Kemarau Memburuk, 45 KK di Pakusari Kesulitan Air Bersih

JEMBER, 12 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen permohonan bantuan air bersih di Dusun Krajan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Senin 12 Oktober 2026. Asesmen tersebut dilakukan menyusul laporan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau.

Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, sebanyak 45 kepala keluarga (KK) di wilayah RT 02 dan RT 03 RW 01 Dusun Krajan membutuhkan bantuan air bersih. Rinciannya, 25 KK berada di RT 02 dan 20 KK lainnya berada di RT 03.

Petugas TRC BPBD Jember mendatangi lokasi pada Senin sore setelah menerima laporan melalui Wadul Gus e. Tim kemudian menemui pelapor, Laili Umaroh, untuk melakukan asesmen lapangan, termasuk memeriksa kondisi sumur warga dan sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan sehari-hari.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, sumur-sumur milik warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Padahal, sumur dengan kedalaman sekitar 12 hingga 15 meter tersebut menjadi salah satu sumber utama pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Selain debit air yang menurun, air sumur yang tersisa juga dilaporkan keruh dan kotor.

Kondisi serupa ditemukan pada sumber mata air di sungai yang biasa dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci. Warga harus berjalan sekitar 500 meter menuju sungai, tetapi air yang tersedia sudah berubah warna menjadi kehijauan dan tidak lagi jernih.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang digunakan untuk minum dan memasak, warga harus menuju Dam Sembah dengan jarak sekitar satu kilometer. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari menjadi semakin sulit bagi masyarakat terdampak.

Perwakilan TRC BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, menyampaikan bahwa asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus menjadi dasar penanganan lebih lanjut terhadap permohonan bantuan warga.

“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, sebanyak 45 kepala keluarga di Dusun Krajan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, membutuhkan bantuan air bersih akibat dampak musim kemarau. Sumur-sumur warga mengalami kekeringan, sementara sumber air yang masih dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci kondisinya sudah keruh dan berwarna kehijauan. Kami merekomendasikan penyaluran bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter setiap lima hari sekali serta bantuan dua unit tandon air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Firman Arifianto, TRC BPBD Kabupaten Jember.

Ia menjelaskan, kebutuhan air bersih warga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, seperti mandi dan mencuci. Karena itu, hasil asesmen akan menjadi bahan pertimbangan untuk tindak lanjut penanganan sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.

Dalam rekomendasinya, BPBD Jember mengusulkan penyaluran bantuan air bersih dengan kapasitas 5.000 liter setiap lima hari sekali di wilayah Dusun Krajan, Kecamatan Pakusari. Selain itu, diusulkan pula bantuan dua unit tandon air untuk membantu penampungan air bersih bagi warga.

Rencana distribusi air bersih tersebut akan digabungkan dengan pengiriman bantuan ke wilayah Dusun Krajan RT 02 RW 02 yang sebelumnya telah menerima distribusi air bersih dari BPBD Jember.

Sebagai tindak lanjut, warga akan berkoordinasi dengan pengurus RT/RW terkait penentuan lokasi penempatan tandon air serta melengkapi surat permohonan dari pemerintah desa. Langkah ini diperlukan untuk mendukung proses penanganan dan penyaluran bantuan air bersih.

BPBD Jember juga merekomendasikan agar hasil asesmen diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk penanganan lebih lanjut sesuai kewenangannya.

Melalui asesmen tersebut, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Krajan dapat segera ditindaklanjuti. Upaya ini menjadi bagian dari penanganan dampak musim kemarau agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk konsumsi dan keperluan rumah tangga sehari-hari. (bob)

Galeri Foto