logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mumbulsari

Gencarkan Edukasi 1.000 HPK dan Program MBG 3B di Mumbulsari untuk Cegah Stunting Baru

  • 22 Mei 2026
  • Dibaca 111 Kali
Bagikan Via:
gencarkan-edukasi-1000-hpk-dan-program-mbg-3b-di-mumbulsari-untuk-cegah-stunting-baru-20260523

Gencarkan Edukasi 1.000 HPK dan Program MBG 3B di Mumbulsari untuk Cegah Stunting Baru

JEMBER, 22 MEI 2026 - Isu krusial mengenai penanganan stunting dan pemenuhan gizi anak usia dini menjadi sorotan utama dalam kegiatan kelas pengasuhan yang digelar di SPS Kemuning 1, Mumbulsari, Jember. Pada kegiatan yang berlangsung Kamis, 21 Mei 2026 tersebut, Koordinator Balai KB (BLKB) Kecamatan Mumbulsari, Titien Harini Ratnawati, hadir langsung sebagai narasumber utama untuk membedah strategi melahirkan orang tua hebat.

Dalam paparannya, Titien menekankan betapa krusialnya perhatian orang tua pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) demi mencegah terjadinya stunting. Menurutnya, masa-masa awal ini adalah kunci utama yang akan menentukan maksimal atau tidaknya perkembangan struktur otak anak di masa depan.

"Terus memberikan penyuluhan terkait seribu HPK tersebut. 10 hari pertama kehidupan, kan membentukkan otak yang maksimal di seribu HPK tersebut. Jadi anak pinter dan tidaknya di seribu HPK tersebut. Seribu HPK itu dari kehamilan hari pertama sampai anak usia 2 tahun," ujar Titien saat wawancara.

Untuk mengawal dan memastikan periode emas ini berjalan optimal di masyarakat, pemerintah melalui Balai KB didukung penuh oleh tim lapangan yang solid sejak beberapa tahun terakhir.

"Program yang sangat luar biasa ya, stunting. Pemerintah juga sudah mulai, mulai tahun 2022 kalau tidak salah, itu ada tim pendamping keluarga. Jadi mulai hamil, mereka sudah dipantau oleh tim tersebut, tim pendamping keluarga. Jadi mereka didatangi, ditimbang melalui posyandu tersebut,"tambahnya.

Di tingkat Kecamatan Mumbulsari sendiri, telah diterjunkan sebanyak 50 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mencakup total 150 personel gabungan. Tim tersebut bergerak aktif dengan wilayah kerja yang sudah terbagi secara merata di setiap sudut desa.

"Di Kecamatan Mumbulsari ada 50 tim. Jadi ada 150 personil yang dari NAKES, dari kader KB, dan dari kader PKK. Mereka dalam satu tim itu ada tiga itu, ada tiga unsur yang mendampingi. Sudah ada tempat-tempatnya sendiri, wilayah kerjanya. Jadi mereka melakukan pendampingan, yaitu dalam rangka percepatan penurunan stamping. Agar tidak ada stunting-stungting baru lagi," papar Titien.

Selain fokus pada edukasi pola asuh, kehadiran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi angin segar yang dinilai sangat membantu pemenuhan gizi anak. Menurut Titien, program ini memberikan dampak psikologis yang baik karena memicu nafsu makan anak melalui kebersamaan.

"Terus seperti pemenuhan visi, selain dari penyulohan MBG juga sudah keluar. Sangat membantu sekali pastinya. Betul biasanya anak itu kalau makan sendiri di rumah kadang-kadang nggak mau. Kalau bersama-sama itu mereka itu senang. Makan bersama dengan teman-temannya," jelasnya mengenai manfaat MBG di lapangan.

Ia juga menguraikan bahwa Balai KB memegang peranan penting dalam menyuplai data sasaran khusus untuk program MBG kelompok 3B. Kelompok sasaran ini sengaja dipisahkan agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak yang belum bersekolah, tetap mendapatkan hak gizi yang sama.

"Dan kebetulan untuk kita itu data MBG 3B-nya, khusus 3B ya. 3B itu mulai Ibu hamil, Ibu nifas, dan Balita Non paud. Itu datanya dari kita. Data yang sasaran. Kalau yang sekolah kan sudah dapat dari sekolahan, ini yang non. Nonpaud," tegas Titien mengenai akurasi data tersebut.

Kendati demikian, Titien mengakui bahwa penyaluran program MBG 3B ini masih terus berproses dan diharapkan bisa segera merata di seluruh wilayah Mumbulsari. Saat ini baru ada satu desa yang menjadi pelopor, namun desa-desa lain dipastikan akan segera menyusul dalam waktu dekat.

"Kebetulan yang di Mumbulsari ini cuma ada satu desa yang sudah berjalan, yaitu Lengkong. Lengkong sudah mulai untuk 3B-nya, MBG 3B, sudah tersalurkan. memang di Lengkong saja yang berjalan untuk 3B-nya. Kebetulan kapan hari, karang kedawung, Lampeji sudah merapat untuk minta data, tapi masih belum pendistribusian," pungkasnya. (nov)

Galeri Foto