Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih, Kelurahan Antirogo Siapkan Dua Tandon Besar untuk Warga Pelinggian
- 06 Agustus 2026
- Dibaca 45 Kali
Bagikan Via:
Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih, Kelurahan Antirogo Siapkan Dua Tandon Besar untuk Warga Pelinggian
JEMBER, 06 AGUSTUS 2026 – Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai dirasakan warga Lingkungan Pelinggian RT 02 RW 08, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terdampak setelah sumur-sumur gali warga dengan kedalaman sekitar 10 meter mengering, sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Antirogo bergerak cepat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember untuk mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Langkah awal dilakukan melalui asesmen lapangan yang dilaksanakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama perangkat Kelurahan Antirogo dan Ketua RW setempat, Rabu, 05 Agustus 2026. Tim melakukan pendataan warga terdampak, pengecekan kondisi sumur, serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat sebagai dasar penyaluran bantuan air bersih.
Hasil asesmen menunjukkan kawasan tersebut hingga kini belum memiliki jaringan pipanisasi. Selama ini warga sepenuhnya bergantung pada sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, kemarau yang berlangsung sejak Juli 2026 menyebabkan hampir seluruh sumur mengering. Akibatnya, sebagian warga memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk mandi dan mencuci, sementara sebagian lainnya harus berjalan sekitar 600 meter menuju sungai untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga.
Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, mengatakan pemerintah kelurahan langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. Menurutnya, penyediaan air bersih menjadi prioritas agar aktivitas dan kesehatan warga tidak terganggu selama musim kemarau.
"Begitu menerima laporan, kami segera berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan asesmen. Hasilnya menjadi dasar penanganan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kelurahan Antirogo bersama masyarakat akan menyiapkan pangkon atau dudukan untuk dua unit tandon air sebagai titik distribusi bantuan. Tandon pertama akan ditempatkan di pekarangan rumah Bu Sumarni, sedangkan tandon kedua di pekarangan rumah Pak Muzammil, keduanya merupakan warga RT 02 RW 08 Kelurahan Antirogo. Penempatan dua tandon tersebut diharapkan memudahkan distribusi air bersih sehingga seluruh warga terdampak dapat terlayani secara merata.
Sementara itu, anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember Teguh Adi Prasetyo mengatakan hasil asesmen merekomendasikan pendistribusian bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali hingga kondisi sumber air warga kembali normal.
"Asesmen menunjukkan terdapat 50 kepala keluarga yang membutuhkan bantuan air bersih. Karena itu kami merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali. Sinergi antara BPBD, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi kunci agar bantuan dapat segera tersalurkan dan tepat sasaran," katanya.
Selain menyiapkan sarana distribusi, Kelurahan Antirogo akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD apabila dampak kekeringan meluas ke wilayah lain. Pemerintah kelurahan juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau sembari menunggu bantuan air bersih mulai didistribusikan. Dengan langkah cepat tersebut, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga musim penghujan tiba. (dan)