logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Gerak Cepat Kelurahan Antirogo, Siapkan Langkah Bantuan dan Pendampingan bagi Mbah Sariah

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
gerak-cepat-kelurahan-antirogo-siapkan-langkah-bantuan-dan-pendampingan-bagi-mbah-sariah-20260813

Gerak Cepat Kelurahan Antirogo, Siapkan Langkah Bantuan dan Pendampingan bagi Mbah Sariah

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Di tengah deretan perumahan dan permukiman yang terus berkembang di kawasan perkotaan Jember, masih ada warga yang menjalani masa tua dalam kondisi memprihatinkan. Di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Ibu Sariah, 70, dan saudaranya, Arfani, bertahan hidup berdua di rumah berdinding bambu yang jauh dari kata layak huni.

Keduanya merupakan perempuan lanjut usia yang sama-sama berstatus janda. Keterbatasan fisik dan ekonomi membuat kehidupan mereka sangat bergantung pada kepedulian orang-orang di sekitarnya.

Arfani mengalami kebutaan akibat penyakit kencing manis dan darah tinggi. Sementara Sariah yang telah berusia 70 tahun juga mengalami keluhan pada tulang sehingga aktivitas sehari-hari dilakukan dengan segala keterbatasan.

Rumah yang mereka tempati semakin memperlihatkan beratnya kehidupan kedua lansia tersebut. Dinding rumah terbuat dari bambu dan kondisinya sudah lapuk di sejumlah bagian. Bentuk bangunannya bahkan sekilas menyerupai kandang ayam. Lantainya masih berupa tanah, sedangkan bagian dalam rumah jauh dari standar hunian sehat.

Di rumah sederhana itu, Sariah dan Arfani menjalani hari-hari dengan mengandalkan belas kasihan orang lain. Untuk kebutuhan makan saja, keduanya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.

Kepedulian terkadang datang dari anak-anak sekolah di sekitar mereka. Makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih tersisa dibawakan untuk kedua nenek tersebut. Bagi Sariah dan Arfani, makanan yang mungkin sederhana bagi orang lain itu menjadi bantuan berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi dapur mereka pun tak kalah memprihatinkan. Peralatan tradisional menjadi andalan untuk sekadar memasak air hangat. Air tersebut biasanya digunakan ketika salah satu dari mereka mengalami batuk atau membutuhkan minuman hangat.

Ironisnya, kondisi tersebut berada di tengah kawasan Jember yang terus berkembang. Rumah-rumah baru dengan fasilitas lebih layak tumbuh di berbagai sudut kota. Namun, di balik perkembangan itu, masih terdapat warga lansia yang harus bertahan dalam hunian yang nyaris tidak memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan.

Sariah dan Arfani juga belum tersentuh program Homecare yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait. Rumah yang mereka tempati pun belum masuk dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, mengatakan kondisi kedua lansia tersebut menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait akan dilakukan agar warga dengan kondisi rentan seperti Sariah dan Arfani tidak terlewat dari program bantuan.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami akan terus melakukan pendataan dan berkoordinasi agar warga yang kondisinya seperti ini bisa mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai program yang tersedia,” ujar Teguh saat mengunjungi dua rumah lansia, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi kedua lansia tidak hanya menyangkut persoalan hunian. Kebutuhan dasar, kondisi kesehatan, hingga pendampingan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Kisah Sariah dan Arfani menjadi potret bahwa di tengah wajah Jember yang terus berubah, masih ada warga lansia yang membutuhkan perhatian. Rumah berdinding bambu itu bukan sekadar bangunan tidak layak huni, tetapi menjadi tempat dua perempuan renta bertahan menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan. (dan)

Galeri Foto