Camat Antar Langsung Alat Bantu Jalan, Lansia Sebatang Kara di Panti Menangis Haru
- 22 Mei 2026
- Dibaca 253 Kali
Bagikan Via:
Camat Antar Langsung Alat Bantu Jalan, Lansia Sebatang Kara di Panti Menangis Haru
JEMBER, 22 MEI 2026 - Senyum haru dan air mata bahagia mewarnai pagi di Kecamatan Panti. Pemerintah Kecamatan Panti menyalurkan bantuan alat bantu jalan berupa standing walker secara door-to-door kepada sejumlah lanjut usia (lansia) sebatang kara melalui program jaring pengaman sosial lokal.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Camat Panti Hendra Kusuma, didampingi jajaran unsur pimpinan kecamatan (Unsur Pika), tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, serta kepala desa setempat. Bantuan ini menyasar lansia yang mengalami keterbatasan fisik akibat faktor usia dan penyakit degeneratif, namun tidak memiliki keluarga dekat.
Tim gabungan harus menyusuri jalan setapak yang sempit dan berbatu di kawasan pelosok desa untuk mencapai rumah para penerima manfaat. Rumah-rumah sederhana, bahkan sebagian besar berbentuk gubuk kayu lapuk—menjadi saksi bisu bagaimana para lansia ini bertahan hidup dalam kesunyian selama bertahun-tahun.
Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Poniyem (78), warga yang tinggal di rumah semipermanen di ujung desa. Selama hampir lima tahun terakhir, Mbah Poniyem mengalami pengapuran sendi parah yang membuatnya kesulitan untuk sekadar berdiri atau melangkah ke kamar mandi.
Untuk beraktivitas sehari-hari, ia terpaksa merangkak atau bertumpu pada dinding rumahnya yang mulai rapuh.
Saat rombongan camat datang membawa standing walker berbahan aluminium yang kokoh, tangis Mbah Poniyem pecah. Ia tidak menyangka di tengah keterbatasan dan tanpa sanak saudara, masih ada pihak yang peduli dan datang langsung memperhatikan kondisinya.
"Kulo sampun mboten saged mlampah tebih (Saya sudah tidak bisa berjalan jauh). Biasanya hanya pasrah di tempat tidur. Matur nuwun sanget Gusti, matur nuwun Pak Camat, kulo diparingi alat mriki (terima kasih banyak Pak Camat, saya diberi alat ini)," ujar Mbah Poniyem dengan suara bergetar sembari memeluk alat bantu jalan barunya.
Camat Panti Hendra Kusuma menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial atau pembagian bantuan sosial biasa. Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.
Data para lansia sebatang kara ini dihimpun secara teliti oleh perangkat desa dan kader posyandu lansia agar bantuan tepat sasaran.
"Kami menyadari di wilayah Kecamatan Panti ini masih ada orang tua kita, simbah-simbah kita, yang hidup sendiri tanpa keluarga. Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan logistik berupa makanan, tetapi juga kemandirian fisik untuk menjaga martabat hidup mereka di usia senja," kata Hendra di sela-sela kegiatannya.
"Dengan standing walker ini, kami berharap mereka bisa lebih berdaya, minimal bisa bergerak ke kamar mandi atau menjemur diri di depan rumah tanpa harus merangkak atau menunggu belas kasihan tetangga," lanjutnya.
Pihak kecamatan menegaskan program ini akan terus berjalan secara berkesinambungan. Tidak hanya alat bantu jalan, ke depannya pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk menjadwalkan pemeriksaan kesehatan rutin berkala ke rumah-rumah lansia.
Keberhasilan penyaluran bantuan ini juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat sekitar. Selama ini, para tetangga menjadi "keluarga pengganti" bagi para lansia sebatang kara tersebut dengan bergantian mengantarkan makanan atau sekadar menengok kondisi mereka.
Dengan adanya bantuan standing walker ini, beban psikologis dan fisik dari para lansia maupun warga yang membantu dapat sedikit teringankan. Alat bantu jalan tipe standing walker ini sengaja dipilih karena memiliki penyangga yang stabil, dilengkapi dengan pegangan yang ergonomis, serta ketinggiannya yang dapat diatur sesuai dengan postur tubuh lansia.
Petugas pendamping sosial yang ikut serta dalam rombongan juga memberikan edukasi dan melatih para lansia cara menggunakan alat tersebut dengan benar. Mereka memastikan para lansia paham cara mengunci roda atau menumpukan berat badan agar tidak terjatuh saat mencoba berdiri.
Melalui aksi nyata ini, Pemerintah Kecamatan Panti berharap dapat memantik kepedulian yang lebih luas dari berbagai pihak, baik sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun para dermawan secara individu. Masalah sosial, khususnya lansia telantar, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Kini, berkat sepotong alat aluminium bernama standing walker, hari-hari sepi para lansia di Panti akan sedikit lebih mudah dan penuh harapan. (jha)