Warga Kepatihan Antusias dengan Program Home Care Bupati Jember
- 16 Maret 2026
- Dibaca 260 Kali
Bagikan Via:
Warga Kepatihan Antusias dengan Program Home Care Bupati Jember
JEMBER, 16 MARET 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam bidang kemanusiaan melalui program Home Care. Inovasi layanan kesehatan door-to-door atau "jemput bola" yang digagas oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, ini dirancang khusus untuk memfasilitasi masyarakat miskin, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas yang selama ini terkendala biaya maupun akses fisik menuju fasilitas kesehatan (faskes).
Program ini bukan sekadar wacana. Pemkab Jember telah memobilisasi sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang kini bertugas penuh untuk melakukan pemeriksaan rutin langsung di kediaman pasien. Kehadiran para nakes ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini merasa "jauh" dari jangkauan rumah sakit atau puskesmas.
Salah satu penerima manfaat nyata dari program ini adalah Rieyu Tri Ahmad Alghifari, seorang balita asal Kelurahan Kepatihan. Rieyu sempat mengalami cobaan berat berupa kelumpuhan setelah terjatuh saat bermain bersama saudaranya. Kondisi fisiknya sempat menurun drastis, namun berkat intervensi medis yang cepat dan berkelanjutan, harapan itu kembali muncul.
Setelah menjalani perawatan intensif di RSD dr. Soebandi, proses pemulihan Rieyu terus dipantau secara ketat oleh tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Jember Kidul melalui skema Home Care. Hasilnya mulai terlihat signifikan; Rieyu kini menunjukkan progres positif dan mulai berlatih berjalan secara mandiri, meskipun masih harus berpegangan pada dinding rumahnya.
Siti Rahmawari, ibunda Rieyu, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia sangat mengapresiasi program unggulan Bupati Gus Fawait ini. "Saya merasa sangat terbantu atas proses penyembuhan anak saya, Rieyu, selama masa pemulihan akibat terjatuh dan sempat mengalami kelumpuhan," ujarnya dengan nada haru.
Lebih lanjut, Siti menjelaskan bahwa bantuan yang diterima tidak hanya berupa pemeriksaan medis. "Pihak puskesmas juga secara rutin mengirimkan susu formula dan makanan bergizi lainnya. Hal ini sangat membantu mempercepat proses pemulihan anak saya," tambahnya.
Kehadiran birokrasi yang melayani juga ditegaskan oleh Camat Kaliwates, Dwisunu Arinugroho. Saat mengunjungi kediaman Rieyu, ia memberikan motivasi langsung kepada keluarga pasien agar terus bersabar dalam proses rehabilitasi. "Harus banyak dilatih ya, Mbak," pesannya singkat namun penuh dukungan kepada Siti Rahmawari.
Program Home Care ini memiliki target sasaran yang jelas, yakni warga yang memiliki keterbatasan mobilitas dan ekonomi. Dengan mendatangkan tenaga medis terlatih ke rumah-rumah, Pemkab Jember memberikan layanan pemeriksaan serta pengobatan langsung tanpa membebani warga dengan biaya transportasi atau administrasi yang rumit.
Secara makro, program unggulan Gus Fawait ini memiliki misi besar bagi kesehatan masyarakat Jember. Selain mendekatkan akses layanan kesehatan, Home Care diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam upaya mengurangi angka stunting, serta menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Melalui pemantauan gizi dan kesehatan secara langsung di tingkat keluarga, diharapkan kualitas hidup masyarakat Jember meningkat secara merata. (fik)