Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aduan Wadul Guse, Kecamatan Sukorambi Mediasi Keluhan Warga Terkait Peternakan Sapi
- 10 Juli 2026
- Dibaca 105 Kali
Bagikan Via:
Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aduan Wadul Guse, Kecamatan Sukorambi Mediasi Keluhan Warga Terkait Peternakan Sapi
JEMBER, 10 JULI 2026 – Kecamatan Sukorambi bersama Pemerintah Desa Sukorambi bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat melalui layanan Wadul Guse terkait dugaan gangguan bau yang berasal dari peternakan sapi yang dikelola H. Didik Dermawan di Dusun Krajan RW 04 RT 02, Desa Sukorambi, Jumat, 10 Juli 2026. Tindak lanjut dilakukan melalui peninjauan lapangan dan mediasi sebagai upaya menyelesaikan permasalahan secara musyawarah dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan usaha peternakan.
Mediasi dihadiri Camat Sukorambi Musyaffa, S.HI., M.M., unsur Muspika Kecamatan Sukorambi, Kepala Desa Sukorambi beserta jajaran, Kepala Dusun Krajan, H. Didik Dermawan selaku pengelola peternakan sapi, warga yang menyampaikan aduan, serta unsur terkait lainnya.
Camat Sukorambi Musyaffa, S.HI., M.M., menegaskan bahwa layanan Wadul Guse menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan yang akan ditindaklanjuti secara cepat, objektif, dan mengedepankan penyelesaian melalui dialog.
"Pemerintah hadir untuk mempertemukan seluruh pihak agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah. Harapannya, kenyamanan masyarakat tetap terjaga, sementara pelaku usaha juga dapat menjalankan usahanya dengan memperhatikan kelestarian lingkungan," ujarnya.
Menanggapi aduan tersebut, H. Didik Dermawan menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan persoalan bau melalui peningkatan pengelolaan limbah peternakan. Menurutnya, limbah kotoran sapi akan dioptimalkan menjadi biogas sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga tidak hanya mengurangi dampak terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Ke depan, limbah kotoran sapi akan kami kelola menjadi biogas melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan inovasi ini kami berharap persoalan bau dapat diminimalkan, lingkungan menjadi lebih bersih, dan hasil biogas nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar," katanya.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., melalui layanan Wadul Guse sebagai inovasi pelayanan publik yang memastikan setiap aspirasi masyarakat ditindaklanjuti secara cepat, responsif, dan solutif sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Melalui hasil mediasi, seluruh pihak bersepakat memperkuat pengelolaan kebersihan lingkungan, meningkatkan koordinasi, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap pengelolaan peternakan. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (hus)