logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Gerakan Tanem Bekali Ibu-Ibu PKK Jember dari Bibit hingga Perawatan Tanaman

  • 07 Oktober 2026
  • Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
gerakan-tanem-bekali-ibu-ibu-pkk-jember-dari-bibit-hingga-perawatan-tanaman-20261010

Gerakan Tanem Bekali Ibu-Ibu PKK Jember dari Bibit hingga Perawatan Tanaman

JEMBER, 07 OKTOBER 2026 - Memanfaatkan lahan pekarangan tidak harus dimulai dengan ruang yang luas. Dengan pemilihan bibit, teknik penanaman, dan perawatan yang tepat, pekarangan rumah dapat digunakan untuk menanam kebutuhan pangan keluarga.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Bimbingan Teknis Gerakan Tanem (Tanaman Emak-emak) Cinta Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Melalui Gerakan Tanem Cinta”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 06 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB di Pendopo Kelurahan Tegal Besar, dengan peserta perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap kecamatan di Kabupaten Jember.

Materi yang diberikan mencakup penanaman cabai, tomat, dan bawang merah, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan tanaman. Peserta juga mendapatkan materi tentang pembuatan pupuk organik dan kompos dari limbah rumah tangga serta praktik penanaman.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Yudi Kurniawan, menjelaskan bahwa penanaman cabai dan tomat memiliki tahapan yang relatif serupa, terutama dalam proses pemindahan bibit ke media tanam.

“Kalau untuk cara tanam cabai, tomat, itu hampir sama. Kita ambil bibit yang sudah siap tadi. Sebelum kita tanam, kita siram terlebih dahulu, baru kita masukkan ke dalam polybag atau planter bag,” jelasnya.

Selain teknik bercocok tanam, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos juga diperkenalkan agar limbah rumah tangga dapat diolah menjadi bahan yang berguna untuk tanaman. Upaya ini menghubungkan pengelolaan sampah dengan pemanfaatan pekarangan secara lebih produktif.

Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kabupaten Jember, Agung Satrio Setiawan, menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan juga berkaitan dengan upaya memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dan mengendalikan inflasi, terutama untuk komoditas cabai dan bawang merah.

“Jika masing-masing rumah tangga mampu untuk menyediakan setidaknya memenuhi kebutuhan masing-masing untuk cabai dan bawang merah, maka mungkin nantinya laju inflasi dapat kita kendalikan,” ujarnya.

Melalui Gerakan Tanem Cinta, pengetahuan tentang penanaman dan pengolahan sampah diharapkan dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing. Dengan begitu, pekarangan yang tersedia, termasuk yang berukuran sempit, tetap berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga. (fan)

Galeri Foto