Gunungan Maulid Nabi Diperebutkan Warga Jember Lor, Simbol Syukur dan Kebersamaan
- 04 September 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Gunungan Maulid Nabi Diperebutkan Warga Jember Lor, Simbol Syukur dan Kebersamaan
JEMBER, 4 SEPTEMBER 2026 - Suasana khusyuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pendopo Kelurahan Jember Lor, Kabupaten Jember, mendadak berubah riuh. Begitu panitia mempersilakan warga mengambil gunungan yang telah disiapkan, peserta langsung berkerumun dan berebut mendapatkan bagian.
Tradisi tersebut menjadi salah satu momen paling menarik dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar Bunda Jember Lor Tangguh (BJLT), Jumat (4/9/2026).
Warga dari berbagai usia tampak berbaur dalam suasana penuh keakraban. Gunungan yang sebelumnya menjadi bagian dari rangkaian acara kemudian habis diambil warga.
Bagi masyarakat, gunungan bukan sekadar sajian yang diperebutkan. Tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan setelah mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Bermasyarakat”. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan diikuti anggota kelompok pengajian BJLT serta masyarakat.
Acara dihadiri Lurah Jember Lor Moh. Za’im Ilmi, S.Sos., M.Si., beserta seluruh pegawai Kelurahan Jember Lor dan anggota pengajian BJLT.
Kegiatan dibuka Ustaz Washil Setiawan, S.Th.I., Penyuluh Agama Ahli Pertama Satker KUA Patrang. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Lurah Jember Lor Moh. Za’im Ilmi mengatakan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah, kata dia, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Terutama dalam menjaga kerukunan serta membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat,” kata Ilmi.
Menurut Ilmi, kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap saling menghargai, menjaga kebersamaan, dan memperkuat kepedulian antarsesama.
Setelah tausiyah dan rangkaian selawat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Ustaz Washil memotong tumpeng yang kemudian dipersembahkan kepada Lurah Jember Lor.
Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi sekaligus bentuk kebersamaan antara pemerintah kelurahan, kelompok pengajian, dan masyarakat.
Ustaz Washil mengatakan, semangat warga dalam mempersiapkan dan mengikuti kegiatan keagamaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh keberkahan.
“Semangat dalam mempersiapkan kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memperoleh keberkahan. Mudah-mudahan nilai-nilai yang disampaikan juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tradisi rebutan gunungan. Warga yang sejak awal mengikuti kegiatan dengan tertib langsung bergerak ketika panitia mempersilakan gunungan untuk diambil.
Riuh suara warga mewarnai halaman pendopo. Tidak ada sekat usia dalam momen tersebut. Anak-anak, orang dewasa, hingga warga lanjut usia berbaur mengambil bagian dari gunungan.
Tradisi itu sekaligus menjadi gambaran sederhana bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan kebersamaan warga Jember Lor. (rus)