logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Gus Fawait Luncurkan Jember Cinta Kesehatan, 10 Ribu Warga Dibidik Dapat Layanan Gratis

  • 17 Agustus 2026
  • Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
gus-fawait-luncurkan-jember-cinta-kesehatan-10-ribu-warga-dibidik-dapat-layanan-gratis-20260817

Gus Fawait Luncurkan Jember Cinta Kesehatan, 10 Ribu Warga Dibidik Dapat Layanan Gratis

JEMBER, 17 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember memperluas layanan kesehatan gratis hingga menyentuh kebutuhan medis yang selama ini sulit dijangkau masyarakat. Bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. meluncurkan kelanjutan program Jember Cinta Kesehatan (JCK) di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Senin, 17 Agustus 2026 siang.

Program tersebut tidak sekadar menyediakan pengobatan gratis. Pemkab Jember menyiapkan beragam layanan dan bantuan medis, mulai dari alat bantu dengar, kacamata, khitan, kaki palsu, mata palsu, operasi katarak, penanganan bibir sumbing hingga berbagai kebutuhan kesehatan lainnya tanpa dipungut biaya.

Peluncuran di Nuris itu dihadiri sejumlah pejabat dan unsur lintas sektor. Di antaranya Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember dr. Ulfa Elfiah, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, camat dari empat kecamatan, para kepala puskesmas, Babinsa, serta tenaga kesehatan.

Ketua TP3D Bidang Kesehatan Kabupaten Jember dr. Ulfa Elfiah mengatakan, program baksos kesehatan berskala besar tersebut ditargetkan menjangkau hingga 10 ribu penerima manfaat. Saat ini, proses pendataan telah mencakup sekitar 4 ribu sasaran.

“Target kami 10 ribu penerima manfaat. Sasarannya seluruh kelompok umur, bukan hanya pelajar. Kami ingin pelayanan ini benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ulfa.

Menurut dia, layanan yang disiapkan meliputi pengobatan gratis, operasi katarak, penanganan kelainan bawaan atau kongenital, hingga pemberian alat penunjang kesehatan seperti alat bantu dengar, kacamata, serta protesa kaki dan tangan.

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. menegaskan JCK tahap dua menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jaminan pelayanan kesehatan. Program itu melengkapi Universal Health Coverage (UHC) Prioritas serta rencana penguatan layanan dokter keluarga bagi masyarakat kurang mampu.

“Bertepatan dengan 17 Agustus, kita kembali menyempurnakan layanan kesehatan masyarakat. Setelah UHC Prioritas dan dokter keluarga, sekarang kita luncurkan Jember Cinta Kesehatan tahap dua,” tegasnya.

Menariknya, akses program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kabupaten Jember. Masyarakat dari luar daerah juga diperbolehkan mendaftar untuk mendapatkan layanan tertentu, termasuk operasi katarak dan bantuan prostesis.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui puskesmas terdekat maupun saluran Wadul Gus’e untuk kemudian dilakukan pendataan dan koordinasi sesuai kebutuhan medis.

Sementara itu, Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, S.E., M.M. menyambut positif peluncuran program tersebut di wilayahnya. Menurut dia, kehadiran layanan kesehatan gratis secara langsung di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa pelayanan publik harus menyentuh kebutuhan warga secara nyata.

“Kami sangat mendukung program ini. Semoga masyarakat Antirogo dan Jember yang membutuhkan layanan kesehatan maupun alat bantu dapat terbantu dan tidak lagi terkendala biaya,” ujar Teguh.

Pelaksanaan JCK juga melibatkan dukungan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR serta organisasi nonpemerintah. Kolaborasi itu dinilai penting untuk memperluas kapasitas pelayanan sekaligus mempercepat penanganan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Pemilihan Pondok Pesantren NURIS sebagai lokasi peluncuran juga memiliki pesan tersendiri. Gus Fawait menyebut pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus peran strategis dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia.

“Kita tidak boleh melupakan jasa kiai dan santri bagi republik ini. Hari ini sinergi itu kita lanjutkan dalam bentuk nyata, yakni pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya.

Dengan target 10 ribu penerima manfaat, Pemkab Jember berharap JCK tahap dua mampu memangkas antrean layanan, mendekatkan akses medis, sekaligus memastikan warga yang membutuhkan penanganan khusus tidak tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan. (dan)

Galeri Foto