Hadapi Ancaman Banjir, BPBD Jember Latih Mahasiswa Unej dan Destana Teknik Water Rescue
- 08 Agustus 2026
- Dibaca 148 Kali
Bagikan Via:
Hadapi Ancaman Banjir, BPBD Jember Latih Mahasiswa Unej dan Destana Teknik Water Rescue
JEMBER, 08 AGUSTUS 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana banjir melalui pelatihan water rescue dan evakuasi korban bencana banjir di Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Sabtu, 08 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Curahmalang dan kawasan DAM Curahmalang tersebut melibatkan sekitar 40 mahasiswa Universitas Jember (Unej), Destana Rambipuji, Destana Nogosari, serta unsur TNI, Polri dan perangkat desa.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menghadapi kondisi darurat akibat banjir, terutama ketika harus melakukan penyelamatan dan evakuasi korban.
"Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik penyelamatan dan evakuasi korban di air maupun di darat," kata Didi.
Menurut dia, materi pelatihan mencakup pengenalan bencana banjir dan potensi bencana di Kabupaten Jember, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengenalan perahu karet, teknik penyelamatan korban, hingga pentingnya membangun budaya sadar bencana.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai APD, fungsi serta cara penggunaannya dalam kegiatan penyelamatan. Materi tersebut disampaikan Didi Teguh Dwi Santoso bersama K.D. Pria Bakti.
Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan warming up sebagai persiapan sebelum praktik water rescue. Tahapan ini diinstrukturi Dwi Agit M.
Pada sesi praktik, peserta dibawa ke DAM Curahmalang untuk mempelajari teknik pengoperasian mesin tempel (mopel), teknik mendayung, cara mengangkat korban ke dalam perahu, renang dasar, serta water treading. Praktik tersebut dipandu instruktur Y. Aditya D.C.
Didi menjelaskan, keterampilan teknis menjadi bagian penting dalam penanganan korban banjir. Penyelamatan di tengah arus atau genangan air membutuhkan kemampuan, peralatan, serta koordinasi yang tepat agar petugas maupun korban tetap aman.
Selain meningkatkan kapasitas individu, kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antara BPBD, mahasiswa, Destana, TNI, Polri dan pemerintah desa dalam menghadapi potensi bencana.
"Sinergi dan kesiapan bersama sangat penting. Ketika terjadi bencana, masyarakat tidak hanya menjadi objek yang dievakuasi, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan dasar untuk menyelamatkan diri dan membantu lingkungan sekitar secara aman," ujar Didi.
Kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan Surat Permohonan Ketua Tim PKK Ormawan BEM FKM Unej Nomor 139/Sek/BEM/FKM-UNEJ-VIII/2026 dan Surat Tugas Nomor 800/2632/35.09.416/2026 tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar. Tidak terdapat kendala selama pelaksanaan.
Melalui pelatihan ini, BPBD Jember berharap semakin banyak unsur masyarakat memiliki kemampuan dasar menghadapi bencana banjir sehingga respons dan evakuasi korban dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat dan terkoordinasi. (tgh)