Hari Kedua Kampoeng Jadoel Desa Keting, Lapak Kuliner Tradisional Makin Diserbu Pengunjung
- 18 Agustus 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Hari Kedua Kampoeng Jadoel Desa Keting, Lapak Kuliner Tradisional Makin Diserbu Pengunjung
JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 – Gelaran Kampoeng Jadoel Desa Keting yang diresmikan pada momen peringatan HUT ke-81 RI terus menunjukkan geliat positif.
Memasuki hari kedua penyelenggaraan, Selasa 18 Agustus 2026, pusat wisata kuliner tradisional di kawasan Kantor Forum Organisasi Sosial - Peduli Sesama Kita (FOS-PSK) Desa Keting, Kecamatan Jombang, ini semakin ramai dikunjungi warga yang berburu jajanan khas masa lalu.
Festival yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Sejak sore hingga malam hari, lalu lalang pengunjung tampak memadati puluhan stan pameran yang menjajakan aneka hidangan autentik. Sajian seperti tiwul, gatot, lupis, cenil, hingga minuman herbal tradisional disajikan secara alami menggunakan wadah khas.
Pj. Kepala Desa Keting, Marsudi, M.Pd., mengungkapkan optimismenya terhadap dampak ekonomi nyata yang dirasakan oleh para pedagang dan pengrajin kuliner sejak acara resmi dibuka pada Senin sore kemarin.
"Melihat antusiasme warga sejak pembukaan kemarin hingga hari ini, kami semakin optimistis perekonomian warga terangkat. Produk kuliner tradisional olahan UMKM desa kita terbukti memiliki daya tarik yang sangat besar bagi lintas generasi," ungkap Marsudi.
Ia menambahkan bahwa konsep Kampoeng Jadoel diciptakan tidak sekadar untuk selebrasi tahunan, melainkan sebagai wadah pembuktian bahwa kuliner tradisional memiliki nilai jual tinggi jika dikemas dengan baik.
Pihak pemerintah desa pun berkomitmen untuk terus memfasilitasi para pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan mandiri secara finansial.
Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Jombang, Achmad David Fatahilah, S.Sos., yang hadir mewakili Bupati Jember saat pembukaan, menekankan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan berbasis kearifan lokal. Hal ini dinilai penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
"Bapak Bupati mengarahkan agar potensi desa terus digali. Keberhasilan gelaran Kampoeng Jadoel di Desa Keting ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan secara mandiri dan berkelanjutan," tutur Achmad David.
Dengan jam operasional yang dimulai pukul 17.00 WIB setiap harinya, gelaran Kampoeng Jadoel Desa Keting diproyeksikan terus mengalami peningkatan jumlah pengunjung hingga puncaknya pada akhir pekan mendatang.
Selain menggerakkan perputaran uang warga, ajang ini diharapkan mampu memperkokoh Desa Keting sebagai salah satu destinasi wisata kuliner tradisional unggulan di Kabupaten Jember. (nay)