Hari Kelima Operasi SAR, Satu Nelayan Ditemukan Meninggal di Pantai Paseban
- 23 Agustus 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Hari Kelima Operasi SAR, Satu Nelayan Ditemukan Meninggal di Pantai Paseban
JEMBER 23 Agustus 2026 — Operasi pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang setelah perahu mereka dihantam ombak di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki hari kelima, Minggu 23 Agustus 2026. Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama unsur SAR gabungan menemukan korban bernama Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak insiden kecelakaan laut pada Rabu 19 Agustus 2026.
“Korban ditemukan setelah tim mendapat informasi dari nelayan bahwa ada korban yang terdampar di Pantai Paseban. Tim kemudian melakukan evakuasi,” kata Didi Teguh Dwi Santoso, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.
Didi menjelaskan, operasi pencarian pada Minggu dimulai pukul 09.00 WIB. Tim TRC-PB BPBD Jember bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan briefing untuk menyusun rencana serta pembagian tugas pencarian.
Pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian secara visual di permukaan laut menggunakan rubber boat milik Basarnas. Sementara SRU 2 menyisir garis pantai sepanjang sekitar 3 kilometer.
Sekitar pukul 14.00 WIB, tim mendapat informasi dari nelayan mengenai penemuan korban yang terdampar di Pantai Paseban. Lima belas menit kemudian, korban berhasil dievakuasi dari lokasi yang berjarak sekitar 6 kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya Sholihin, masih terdapat dua korban yang belum ditemukan, yakni Mujai (58) dan Samsul (45), keduanya warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.
Sebelumnya, Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, telah ditemukan meninggal dunia pada 18 Agustus 2026. Sementara satu korban lainnya, Samino (65), warga Desa Puger Wetan, berhasil selamat.
Didi mengatakan, pencarian kembali dilanjutkan hingga pukul 17.00 WIB sebelum dihentikan sementara. Operasi SAR akan diteruskan pada Senin (24/8/2026) dengan fokus mencari dua korban yang masih hilang.
Kendala utama pencarian adalah kondisi gelombang laut. Ketinggian ombak di Pantai Paseban dilaporkan mencapai sekitar 4 meter sehingga menyulitkan pergerakan tim di laut.
Operasi melibatkan BPBD Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polairud Polres Jember, TNI AL Pos Jember, Relawan Barat Daya, Relawan Kencong, MDMC, Relawan Kokam, serta masyarakat.
BPBD Jember akan kembali mengerahkan personel TRC-PB dan memberikan dukungan logistik bagi keluarga korban selama proses pencarian berlangsung.(tgh)