logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Air Meluap, Lurah Patrang Turun ke Genangan Pastikan Keselamatan Warga

  • 09 April 2026
  • Dibaca 259 Kali
Bagikan Via:
air-meluap-lurah-patrang-turun-ke-genangan-pastikan-keselamatan-warga-20260410

Air Meluap, Lurah Patrang Turun ke Genangan Pastikan Keselamatan Warga

JEMBER, 09 APRIL 2026 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis sore, 09 April 2026, mengubah wajah Jalan dr. Soebandi di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang. Air yang semula mengalir tenang di saluran drainase perlahan meluap, hingga akhirnya menutup sebagian badan jalan di kawasan RW 5 RT 03.

Genangan tak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga menciptakan ketegangan tersendiri bagi para pengguna jalan. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memperlambat laju kendaraan mereka, ragu untuk melintas di tengah genangan yang ketinggiannya terus meningkat. 

Namun, sebagian lainnya memilih tetap menerobos, meski risiko mogok mengintai. Kondisi tersebut terbukti, beberapa sepeda motor mogok saat melintas di tengah genangan. Para pemiliknya pun terpaksa menepi, lalu mendorong kendaraan mereka menuju area yang lebih aman. Pemandangan ini menjadi potret nyata dampak hujan deras terhadap infrastruktur.

Di tengah situasi yang kurang bersahabat itu, respons cepat ditunjukkan oleh aparat Kelurahan Patrang. Lurah Patrang, Hariyono, bersama Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), unsur tiga pilar, serta staf kelurahan, turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus memastikan kondisi warga tetap aman.

Hariyono tidak hanya memantau dari kejauhan. Ia terlihat terjun langsung membantu warga yang mengalami kesulitan. Dengan mengenakan pakaian dinas, ia ikut mendorong sepeda motor milik pengendara yang mogok di tengah genangan. Aksi tersebut menjadi gambaran nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat kondisi darurat terjadi.

“Kami langsung turun untuk memastikan kondisi di lapangan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Hariyono.

Beruntung, meski air meluap hingga ke badan jalan, genangan tidak sampai masuk ke dalam rumah warga. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berarti pada permukiman. Namun demikian, peristiwa ini tetap menjadi peringatan penting bagi semua pihak terkait pengelolaan lingkungan dan sistem drainase.

Menurut Hariyono, luapan air dipicu oleh meningkatnya debit air dari sungai di sekitar lokasi setelah hujan deras mengguyur dalam durasi cukup lama. Kondisi tersebut diperparah oleh adanya sedimentasi di saluran air yang menghambat aliran, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke jalan.

“Ke depan perlu dilakukan pengerukan agar aliran lebih lancar dan tidak mudah meluap saat hujan deras,” katanya menegaskan.

Sebagai langkah lanjutan, pihak kelurahan berencana segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan normalisasi saluran air. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi genangan serupa di masa mendatang, terutama saat intensitas hujan tinggi kembali terjadi. (yud)

Galeri Foto