Harmoni Budaya dan Ekologi di Petik Laut Getem, Camat Puger: Laut Lestari, Rakyat Sejahtera
- 12 Juli 2026
- Dibaca 74 Kali
Bagikan Via:
Harmoni Budaya dan Ekologi di Petik Laut Getem, Camat Puger: Laut Lestari, Rakyat Sejahtera
JEMBER, 12 JULI 2026 – Masyarakat pesisir Kecamatan Puger kembali menggelar tradisi sakral Petik Laut Getem di perairan Desa Mojomulyo, Kabupaten Jember, Minggu 12 Juli 2026. Selain sebagai wujud syukur atas melimpahnya hasil tangkapan, kegiatan tahunan ini kini menjadi momentum strategis untuk mengampanyekan kelestarian laut sebagai fondasi masa depan bangsa.
Rangkaian acara berlangsung khidmat sekaligus meriah. Prosesi dimulai dengan doa bersama, dilarungnya sesajen tradisional ke tengah laut, hingga pementasan seni budaya lokal. Acara ini dihadiri oleh Camat Puger, Kepala Desa Mojomulyo, Kapolsek Puger, Danramil Puger, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, serta ratusan pelajar dan warga setempat.
Camat Puger, Beny Armindo Ginting, menegaskan bahwa laut merupakan anugerah sekaligus sumber penghidupan utama bagi ribuan keluarga di wilayahnya.
"Melalui tradisi Petik Laut ini, kita tidak hanya mengambil manfaatnya, tetapi wajib menjaganya dengan sepenuh hati. Laut yang lestari adalah jaminan kesejahteraan bagi generasi sekarang dan masa depan negeri ini," ujar Beny dalam sambutannya.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kecamatan Puger mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem bahari.
Langkah ini dapat dimulai dengan hal kecil seperti tidak membuang sampah plastik ke pantai maupun perairan, serta mutlak menghindari metode penangkapan ikan yang merusak lingkungan.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk aktif mendukung pelestarian terumbu karang dan biota laut, sembari bersama-sama mengembangkan potensi wisata bahari yang ramah lingkungan.
Menurut Beny, kelestarian laut bukan lagi sekadar tanggung jawab nelayan atau pemerintah, melainkan tugas kolektif demi masa depan Indonesia yang lebih sejahtera.
Dukungan serupa datang dari masyarakat dan pelaku usaha lokal. Sugio, salah satu warga sekaligus pelaku UMKM di Desa Mojomulyo, sepakat bahwa Petik Laut Getem dapat menjadi jembatan emas untuk menyatukan pelestarian budaya dengan pengembangan wisata berkelanjutan.
"Getem memiliki potensi besar karena memadukan keindahan alam yang indah dan budaya yang kental. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa mengangkat ekonomi warga tanpa harus merusak alam," harap Sugio.
Melalui momentum Petik Laut Getem ini, masyarakat diingatkan kembali bahwa menghormati laut berarti menjaga kebersihannya hari ini demi kehidupan yang lebih baik esok hari. (sar)