logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Hasil Verval DTSEN Jember, Dinsos PPPA Temukan Belasan Ribu Data Warga Meninggal Perlu Dimutakhirkan

  • 06 Oktober 2026
  • Dibaca 65 Kali
Bagikan Via:
hasil-verval-dtsen-jember-dinsos-pppa-temukan-belasan-ribu-data-warga-meninggal-perlu-dimutakhirkan-20261007

Hasil Verval DTSEN Jember, Dinsos PPPA Temukan Belasan Ribu Data Warga Meninggal Perlu Dimutakhirkan

JEMBER, 06 OKTOBER 2026 – Verifikasi dan validasi (verval) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Jember menemukan belasan ribu data warga yang sudah meninggal dunia masih tercatat. Pada Desil 1 terdapat 16.766 nomor induk kependudukan (NIK) berstatus meninggal.

Temuan ini dipaparkan narasumber Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), Bambang Herry Purnomo dan Rista Setyana, dalam FGD Percepatan Pengentasan Kemiskinan di di Aula Bawah Timur Pemkab Jember pada Senin, 05 Oktober 2026.

Verval Desil 1 per 17 Mei 2026 menyurvei 96.126 dari 97.060 kepala keluarga (KK) target, atau 98,9 persen. Sebanyak 68.351 KK (71,1 persen) dapat menjadi sasaran program. Selain NIK meninggal, tercatat 10.703 KK pindah dan 196 KK menolak. Sisanya, sekitar 28,8 persen, membutuhkan pemutakhiran data.

Pada Desil 2, dari 120.124 KK target, sebanyak 102.865 KK (85,63 persen) sudah tersurvei dan 17.259 KK (14,37 persen) belum. Angka kasus meninggal Desil 2, 8.275 KK dengan ahli waris dan 2.634 tanpa ahli waris.

Data verval ini bertumpu pada sinergi dua sumber. BPS/Susenas menjadi indikator makro untuk memantau tingkat dan jumlah penduduk miskin. Hasil verifikasi lapangan dipilah menjadi empat kelompok: layak sasaran, meninggal atau pindah, potensi mampu, dan belum tersentuh bantuan. Pemkab menegaskan verval bukan untuk menyalahkan data pusat, melainkan memperkuat akurasi dan keterkinian data.

Di sisi capaian, persentase kemiskinan Jember turun 1,74 persen sepanjang 2021–2025, setara 40,33 ribu jiwa. Jumlah penduduk miskin berkurang dari 257,09 ribu jiwa pada 2021 menjadi 216,76 ribu jiwa pada 2025. Pada 2024–2025 saja, jumlahnya turun 8,01 ribu jiwa atau 3,56 persen. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan garis kemiskinan.

Meski demikian, Rista Setyana mengingatkan tantangan masih besar. "Tingkat kemiskinan secara absolut tertinggi nomor dua di Jawa Timur, masih hampir 217.000 jiwa. Dibanding tahun sebelumnya sudah turun sekitar 8.000 jiwa. Harapannya setiap tahun kita terus berprogres," ujarnya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Jember, Muhammad Rizqi Fajri Maulana, S.IP., mengatakan FGD bertujuan memberi gambaran kegiatan ke depan.

“FGD ini penting bagi kita untuk menyusun strategi. Dari hasil laporan bersama Kepala Dinas kepada Bupati dua pekan lalu, beliau berharap kita untuk memperkuat program-program kerja berdampak bagi masyarakat.” katanya.

Dengan data yang makin bersih dan akurat, Pemkab berharap program dan bantuan lebih tepat sasaran sehingga tren penurunan kemiskinan di Jember terus berlanjut. (rou)

Galeri Foto