logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan

High Level Meeting ( HLM ) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Jember Tahun 2026

  • 14 April 2026
  • Dibaca 214 Kali
Bagikan Via:
high-level-meeting-hlm-tim-pengendalian-inflasi-daerah-kabupaten-jember-tahun-2026-20260414

High Level Meeting ( HLM ) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Jember Tahun 2026

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember Tahun 2026 dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, bertempat di PTPN Mumbulsari. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Jember dengan sekretariat dari Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Jember, serta dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, instansi vertikal, lembaga keuangan, dan perangkat daerah terkait.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjaga stabilitas inflasi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam sambutannya, Bupati Jember menyampaikan bahwa kegiatan HLM TPID, bersama Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), akan dilaksanakan secara rutin dalam rangkaian program Bunga Desa.

Pemerintah Kabupaten Jember telah melaksanakan berbagai langkah konkret dalam pengendalian inflasi, di antaranya melalui operasi pasar, pasar murah, dan gerakan pangan murah. Selain itu, terdapat pula berbagai program pendukung seperti Bunga Desa, Gus’e Menyapa, pemberian beasiswa, program kejar paket, serta bantuan gerobak usaha bagi masyarakat. Program-program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Dalam pelaksanaan program Bunga Desa dan Gus’e Menyapa yang dilakukan setiap bulan, pemerintah menyalurkan sekitar 5.000 paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan mi instan. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat, tetapi juga menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.

Selain itu, Kabupaten Jember juga memperoleh program revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia pada tahun 2025, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dari sisi ekonomi, optimalisasi lahan seluas 7.000 hektar menjadi salah satu fokus pemerintah untuk membuka lapangan kerja baru serta mendorong peningkatan belanja pemerintah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan, Bupati Jember menekankan pentingnya pendataan yang akurat oleh Badan Pusat Statistik hingga tingkat desa, khususnya terkait penerima bantuan sosial dan BPJS Kesehatan, baik kategori PBI maupun UHC. Data tersebut akan disandingkan dengan penerima bantuan pangan guna memastikan tepat sasaran.

Kabupaten Jember juga memiliki potensi besar di sektor pangan dan sosial, salah satunya dengan jumlah dapur umum yang termasuk terbesar kedua di Jawa Timur. Hal ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan program makan bergizi gratis dari sumber lokal. Di bidang kesehatan, Rumah Sakit Soebandi sebagai rumah sakit rujukan wilayah Tapal Kuda direncanakan akan dikembangkan dalam konsep wisata medis.

Selain itu, banyaknya pesantren di Jember menjadi peluang besar dalam pengembangan UMKM berbasis pesantren serta digitalisasi keuangan. Pemanfaatan potensi ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Secara keseluruhan, Kabupaten Jember menunjukkan kinerja ekonomi yang positif, ditandai dengan peningkatan pendapatan daerah tanpa menaikkan pajak. Melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah optimistis mampu menjaga stabilitas inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Galeri Foto