Hijaukan Lereng Gunung, Kebun Kopi Curahlaos Lampeji Jadi Sumber Harapan Warga
- 03 Juli 2026
- Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
Hijaukan Lereng Gunung, Kebun Kopi Curahlaos Lampeji Jadi Sumber Harapan Warga
JEMBER, 03 JULI 2026 - Hamparan hijau perkebunan kopi di Wilayah Curahlaos, Desa Lampeji, kini menjadi ikon produktivitas masyarakat setempat. Mayoritas warga di kawasan tersebut menggantungkan mata pencaharian mereka sebagai petani kopi. Salah satunya adalah Sugiono, yang telah bertahun-tahun menekuni usaha perkebunan demi menggerakkan roda ekonomi keluarga dan warga sekitar.
Pada Kamis, 02 Juli 2026, aktivitas di area perkebunan kopi Curahlaos tampak bergeliat. Deretan pohon kopi robusta yang tumbuh subur di lereng pegunungan menjadi bukti nyata pesatnya perkembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Mumbulsari.
Sugiono mengungkapkan bahwa masyarakat Curahlaos lebih memilih membudidayakan kopi karena nilai ekonomisnya yang tinggi dibanding komoditas lain. Selain menjanjikan keuntungan yang stabil, sistem perkebunan kopi ini berfungsi sebagai sabuk hijau untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah erosi di kawasan gunung.
"Perkebunan kopi ini sudah berjalan sekitar empat tahun. Dalam pengelolaannya, kami melibatkan warga sekitar dan keluarga agar sama-sama mendapatkan sumber penghasilan," ujar Sugiono saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.
Saat ini, para petani fokus menanam varietas kopi robusta. Hasil panen dipasarkan dalam dua bentuk, yaitu kopi gelondongan (ceri) seharga Rp13.500 per kilogram dan biji kopi kering (green bean) yang mencapai Rp55.000 per kilogram. Dalam setahun, petani dapat melakukan pemanenan hingga tiga kali dengan siklus berkisar antara 15 hingga 25 hari.
Potensi besar ini mendapat apresiasi langsung dari Camat Mumbulsari, R.B. Abdul Kadir, S.IP., M.M. Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi untuk mengoptimalkan kekayaan daerah tersebut.
"Kecamatan Mumbulsari memiliki potensi alam yang sangat luar biasa, salah satunya perkebunan kopi robusta di Curahlaos, Desa Lampeji. Mari kita dukung, jaga, dan kembangkan bersama potensi ini agar dapat terus berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas," tutur Abdul Kadir.
Kendati memiliki prospek yang cerah, para petani masih menghadapi tantangan klasik. Akses pupuk yang terbatas dan infrastruktur jalan menuju perkebunan yang masih berupa jalan setapak kerap menyulitkan proses pengangkutan hasil panen.
Melalui dukungan publikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, para petani berharap ada atensi lebih terkait perbaikan fasilitas jalan dan distribusi pupuk. Optimisme tetap tinggi agar kopi robusta Curahlaos Lampeji dapat naik kelas menjadi komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi. (btl)