Peternak Jatian Puji Aksi Cepat Camat Pakusari dan Puskeswan Mayang dalam Pendampingan Kesehatan Ternak
- 28 Maret 2026
- Dibaca 212 Kali
Bagikan Via:
Peternak Jatian Puji Aksi Cepat Camat Pakusari dan Puskeswan Mayang dalam Pendampingan Kesehatan Ternak
JEMBER, 28 MARET 2026 – Para peternak sapi di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, mengapresiasi langkah proaktif Camat Pakusari, Pemerintah Desa (Pemdes) Jatian, dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Mayang dalam menangani ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui aksi "jemput bola" berupa kunjungan langsung ke kandang-kandang warga. Dalam kegiatan ini, tim gabungan menyalurkan bantuan berupa vitamin, obat-obatan, serta disinfektan guna memutus rantai penyebaran virus yang meresahkan masyarakat.
Kehadiran dokter hewan (drh.) Ariel dari Puskeswan Mayang tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan edukasi teknis mengenai ciri klinis PMK. Warga dibekali pemahaman tentang pentingnya sterilisasi kandang yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti menegaskan bahwa sinergi antara pihak kecamatan, desa, dan tenaga medis merupakan prioritas utama untuk melindungi aset ternak warga.
"Melalui pemberian vitamin untuk meningkatkan imunitas dan disinfektan untuk sanitasi, kami berharap risiko penularan PMK di wilayah Desa Jatian dapat ditekan serendah mungkin," ujar Rifendi, Sabtu 28 Maret 2026.
Pihak Pemdes Jatian turut mengawal distribusi bantuan agar tepat sasaran, terutama bagi peternak yang membutuhkan pendampingan medis intensif. Kolaborasi ini dinilai krusial karena sektor peternakan merupakan pilar ekonomi penting bagi masyarakat pedesaan.
Sugeng, salah satu peternak setempat, mengaku sempat khawatir dengan maraknya informasi mengenai penyebaran PMK. Namun, kehadiran tim gabungan memberikan rasa optimisme baru.
"Kami sempat waswas sapinya ambruk. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Camat, perangkat desa, dan drh. Ariel yang datang langsung mengecek kondisi ternak. Kami diberi vitamin dan disinfektan gratis, serta diajari cara sanitasi kandang yang benar," ungkap Sugeng.
Dalam kesempatan tersebut, drh. Ariel menekankan bahwa kebersihan lingkungan kandang dan kecukupan nutrisi adalah kunci utama melawan PMK. Ia juga mengimbau peternak untuk segera melapor jika menemukan gejala klinis pada ternak agar penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin.
Melalui komitmen kuat dari lintas instansi ini, Desa Jatian diharapkan menjadi wilayah tangguh penyakit ternak, sehingga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga tetap terjaga. (zal)