logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Petik Merah Tingkatkan Mutu Kopi, DTPHP Jember Bahas Solusi Atasi Pencurian Hasil Panen

  • 01 Juli 2026
  • Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
petik-merah-tingkatkan-mutu-kopi-dtphp-jember-bahas-solusi-atasi-pencurian-hasil-panen-20260703

Petik Merah Tingkatkan Mutu Kopi, DTPHP Jember Bahas Solusi Atasi Pencurian Hasil Panen

JEMBER, 01 JULI 2026 - Memanen buah kopi yang telah matang sempurna atau petik merah menjadi salah satu cara untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Namun, penerapannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari risiko pencurian buah hingga kondisi pasar yang belum sepenuhnya mendukung.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam materi "Metode Pengolahan Kopi saat Panen dan Pascapanen Menuju Kemandirian Ekonomi Kelompok" pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Kawasan Cagar Biosfer Blambangan yang digelar Selasa, 30 Juni 2026, pukul 09.00 WIB, di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember.

Penyuluh Pertanian DTPHP Kabupaten Jember, Feri Anggiawan, menjelaskan bahwa kualitas kopi sangat dipengaruhi oleh cara panen. Menurutnya, buah kopi yang dipetik saat telah matang akan menghasilkan mutu yang lebih baik sehingga berpotensi meningkatkan nilai jual.

"Nah, terkait kualitas, petik merah itu penting. Kira-kira, kenapa banyak petani yang tidak mau melakukan petik merah?" tanyanya kepada peserta.

Pertanyaan tersebut kemudian memunculkan diskusi mengenai kondisi nyata yang dihadapi petani. Salah seorang peserta, Muarif, mengungkapkan bahwa kekhawatiran kehilangan hasil panen menjadi alasan banyak petani memilih memanen seluruh buah sekaligus, meski belum matang sempurna.

"Yang tidak petik merah, karena kalau sudah petik pertama, sisanya itu sering diambil orang lain, Pak. Akhirnya, ya terpaksa kita ambil semua (petik campur). Selain itu, kebutuhan pasar untuk kopi petik merah di daerah saya juga masih terbatas," ujarnya.

Diskusi kemudian berkembang pada upaya mencari solusi atas persoalan tersebut. Peserta lainnya, Gatot dari Kelompok Tani Makmur, Kecamatan Sumberjambe, membagikan pengalaman kelompoknya dalam menjaga keamanan kebun melalui pendekatan kolaboratif bersama berbagai pihak di wilayah setempat.

"Problem terkait keamanan itu, menurut saya, solusinya kita harus berkolaborasi dengan semua pihak, penegak hukum, tokoh masyarakat, kepala desa, serta pihak Perhutani. Sejak dua tahun lalu, kami merangkul para oknum tersebut untuk ikut menjaga keamanan kebun. Alhamdulillah, perlahan sudah aman," ungkapnya.

Melalui diskusi tersebut, DTPHP Kabupaten Jember tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya petik merah sebagai upaya meningkatkan mutu kopi, tetapi juga membuka ruang berbagi pengalaman antarpetani untuk mencari solusi atas tantangan di lapangan. Harapannya, peningkatan kualitas kopi dapat berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan usaha yang lebih aman dan kondusif bagi petani. (fan)

Galeri Foto