logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Usai Disortir, Budidaya Lele RW 05 Disiapkan untuk Panen dan Bantu Balita Stunting

  • 16 Agustus 2026
  • Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
usai-disortir-budidaya-lele-rw-05-disiapkan-untuk-panen-dan-bantu-balita-stunting-20260817

Usai Disortir, Budidaya Lele RW 05 Disiapkan untuk Panen dan Bantu Balita Stunting

JEMBER, 16 AGUSTUS 2026 - Perawatan budidaya ikan lele di lingkungan RW 05 Kelurahan Kaliwates bersama mahasiswa KKNK tidak berhenti pada proses penyortiran ikan. Setelah dilakukan pemilahan berdasarkan ukuran dan sanitasi selokan pada Jumat, 14 Agustus 2026, warga kini menyiapkan tahap lanjutan berupa pemeliharaan hingga ikan siap dipanen dan hasilnya dapat disalurkan kepada penerima manfaat.

Budidaya lele yang berada di lingkungan RW 05 tersebut sejak awal diarahkan tidak hanya sebagai pemanfaatan lingkungan, tetapi juga untuk menghasilkan sumber pangan yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, proses perawatan setelah penyortiran menjadi bagian penting untuk memastikan ikan dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Ketua RW 05 Kelurahan Kaliwates, Indra, mengatakan warga akan terus memperhatikan kondisi ikan sekaligus menjaga lingkungan di sekitar lokasi budidaya. Menurutnya, hasil yang diharapkan bukan sekadar ikan dapat dipanen, tetapi bagaimana hasil tersebut nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi sasaran.

“Setelah penyortiran ini, tentu yang paling penting adalah bagaimana ikan bisa kita rawat sampai tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal. Harapannya nanti hasil panen bisa dibagikan kepada penerima manfaat, khususnya untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan bagi bayi yang mengalami stunting,” ujar Indra.

Selain memastikan pertumbuhan ikan, kondisi selokan juga akan menjadi perhatian warga. Sanitasi yang dilakukan bersama mahasiswa KKNK diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan saat ini. Kebersihan saluran air perlu dijaga secara rutin agar tidak kembali dipenuhi sampah dan tidak berubah menjadi lingkungan yang kumuh maupun sumber pencemaran.

Indra menilai keberlanjutan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Menurutnya, budidaya ikan dan kebersihan lingkungan merupakan dua hal yang harus berjalan bersamaan. Jika selokan terawat, lingkungan sekitar budidaya akan lebih sehat sehingga proses pemeliharaan ikan juga dapat dilakukan dengan lebih baik.

“Ke depan kami ingin kegiatan ini tidak berhenti hanya pada perawatan ikan. Selokannya juga harus terus dijaga. Kalau lingkungannya bersih, ikan bisa dipelihara dengan lebih baik dan masyarakat juga mendapatkan lingkungan yang sehat. Jadi setelah ini kami akan terus mengondisikan kebersihan bersama warga,” katanya.

Sementara itu, keterlibatan mahasiswa KKNK menjadi bagian dari pendampingan sekaligus kolaborasi bersama masyarakat. Mahasiswa membantu proses perawatan dan sanitasi sekaligus mendorong warga agar mampu melanjutkan pengelolaan budidaya setelah kegiatan pendampingan berakhir.

Tahap selanjutnya menjadi bagian penting dari program tersebut. Ikan yang telah disortir akan terus dipelihara hingga mencapai ukuran yang sesuai untuk dipanen. Hasil panen kemudian diharapkan dapat disalurkan kepada penerima manfaat sesuai tujuan awal program.

Dengan demikian, kegiatan perawatan pada Jumat lalu bukan menjadi akhir dari program, melainkan bagian dari proses menuju hasil yang lebih besar. Warga RW 05 kini memiliki dua pekerjaan lanjutan, yakni memastikan ikan tumbuh hingga menghasilkan panen dan menjaga selokan tetap bersih.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, yakni menghasilkan sumber pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Kolaborasi antara warga dan mahasiswa KKNK pun diharapkan menjadi awal dari kebiasaan baru dalam memanfaatkan lingkungan secara produktif tanpa mengabaikan kebersihannya. (anr)

Galeri Foto