logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Melanda Jatian, BPBD Jember Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih

  • 21 September 2026
  • Dibaca 87 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-melanda-jatian-bpbd-jember-distribusikan-5000-liter-air-bersih-20260921

Kekeringan Melanda Jatian, BPBD Jember Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih

JEMBER, 21 September 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur.

Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-5 sebagai respons terhadap kesulitan warga mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Kegiatan dilakukan Sabtu, 19 September 2026.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 11.00 WIB untuk melakukan koordinasi, asesmen kondisi lapangan, pengecekan sumur warga, sekaligus menyalurkan air bersih.

“Tim melakukan assessment dan pengecekan kondisi sumber air serta sumur warga. Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan,” kata Dwi Agit Maulana Putra, anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih ke tandon yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim kembali ke Markas Komando BPBD Jember sekitar pukul 13.00 WIB.

Kekeringan di Dusun Krajan mulai dirasakan warga sejak awal Agustus 2026. Salah satu sumber air alami yang berada di dekat area persawahan berjarak sekitar 300 meter dari permukiman. Namun, debit sumber tersebut kini semakin mengecil.

Berdasarkan hasil asesmen, sekitar 190 kepala keluarga (KK) terdampak kebutuhan air bersih. Di RT 02/RW 08 terdapat sekitar 50 KK yang membutuhkan air. Sementara di RT 01/RW 06 terdapat sekitar 140 KK yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Adapun warga RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10 masih tercukupi untuk kebutuhan minum, tetapi sebagian masih membutuhkan air untuk mandi dan mencuci.

Kondisi sumur warga juga menunjukkan penurunan ketersediaan air. Di RT 02/RW 08, dari delapan sumur yang diperiksa, sekitar 90 persen sudah terlihat dasar sumurnya. Sebagian sumur bahkan dilaporkan mulai berbau.

Sumber air alternatif lainnya berjarak sekitar 700 meter dari permukiman RT 01/RW 06 dengan kondisi debit yang juga kecil. Sementara sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter tidak layak digunakan untuk konsumsi.

BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali. Penanganan selanjutnya juga akan diteruskan kepada dinas terkait.

Dalam penanganan ini, BPBD Jember bekerja sama dengan Pemerintah Desa Jatian, perangkat RT/RW, dan masyarakat. Kondisi di lapangan saat ini dilaporkan aman dan terkendali.(tgh)

Galeri Foto